Penjual Boneka Fantasi Ungkap Orang yang Ingin Membeli Sering Meminta Hal Ini

Meskipun hanya mainan, kenyataannya banyak orang yang membelinya dengan alasan beragam.

Penjual Boneka Fantasi Ungkap Orang yang Ingin Membeli Sering Meminta Hal Ini
metro
Ilustrasi seorang pria dengan boneka fantasi 

TRIBUNBATAM.id - Boneka fantasi telah menjadi mainan yang kini banyak diproduksi di negara-negara Eropa.

Meskipun hanya mainan, kenyataannya banyak orang yang membelinya dengan alasan beragam.

Baru-baru ini Ladbible memberitakan bagaimana para pelanggannya membuat pengakuan mengapa mereka ingin membeli boneka tersebut.

Andy Philips dari Sillicone S*x Doll di Inggris setuju dengan sentimen bahwa mereka yang membeli ingin mendapatakn boneka selebriti, katanya dikutip dari Daily Star.

"Kami memang mendapat beberapa permintaan aneh untuk boneka ini, seperti boneka yang terlihat seperti teman atau pacar teman.

"Dalam kustomisasi apapun, pasangan mati atau apapun yang mereka sukai, itu bervariasi, ada yang memintanya mirip Kim Kadarshian atau seorang gadis sebelah,"  katanya.

HAPE GAMING ANDROID 2019 - Vivo iQoo Pro Resmi Dirilis dengan Snapdragon 855+, Segini Harganya

Segini Harga Masing-masing Tipe Yamaha Aerox, Termurah Rp 23 Jutaan

Begini Cara Gadaikan Barang Lewat Pegadaian Online, Mudah Banget

Ramalan Zodiak Besok Senin 26 Agustus 2019, Cancer Dipujian di Tempat Kerja, Virgo Bisnismu Sukses

 

Industri ini adalah bisnis besar yang bernilai 38 miliar Pound (Rp652 triliun) hingga tahun 2020.

Tentu tidak sekedar mainan namun diperkenalkan dengan AI dan robot yang bernilai 10.000 pound per potong (Rp171 juta).

Sampai detailnya, perusahaan juga memungkinkan menambah bintik-bintik, bekas luka atau tanda lahir apapun yang membuatnya terlihat hidup.

Bagi perusahaan yang berbasis di AS itu, banyak orang memiliki tipikal masing-masing soal keinginannya membeli boneka fantasi.

Semuanya tergantung dengan keinginan dan tipikal masing-masing.

Berbicara kepada Ladbible, Bryan mengatakan, "Tidak mengherankan, sebagian besar basis pelanggan kami adalah pria lajang antara 25-55.

"Namun mereka juga telah didekati wanita meski tetap ingin memiliki boneka fantasi,"  katanya.

"Ini adalah cara bagus untuk menambahkan pihak ketika di kamarmu tanpa ada komplikasi emosional, karena bukan manusia,"  tambahnya.

Sejauh ini, prodeuksi tersebut menjelaskan bahwa selera pembelinya bergantung pada obyek apa yang mereka lihat, seperti artis, orang terdekat atau siapapun yang ingin digunakan berfantasi

Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved