WISATA SINGAPURA

Jadi Kota Termahal di Dunia, Parkir Liar Justru Marak di Singapura?

Sebagai kota termahal di dunia, Singapura masih memiliki masalah dengan maraknya parkir liar. Berikut ini caranya mengatasi parkir liar di Singapura.

Jadi Kota Termahal di Dunia, Parkir Liar Justru Marak di Singapura?
Instagram/singaporeworld
Singapura saat senja 

TRIBUNBATAM.id - Walau jadi kota termahal di dunia, ternyata Singapura masih memiliki kebiasaan parkir liar bagi penduduknya.

Maraknya parkir liar di Singapura adalah untuk kendaraan sepeda yang tampaknya menjadi masalah di negeri singa kian hari.

Bahkan, pemerintah Singapura juga kerap mengeluarkan regulasi demi mengatasi parkir liar sepeda di Singapura.

Pilih Stop Over di Singapura? Inilah 4 Keuntungan yang Bisa Kamu Dapatkan

Selingkuhan Tagih Rp 287 Juta, Pria Singapura Ini Tega Bunuh dan Bakar Jenazahnya

Diduga Coba Selundupkan 3 Ekor Anak Kucing, 2 Pria Singapura Ditahan

Ketahuan Aniaya Majikan di Singapura, PRT Asal Indonesia Dihukum Penjara 4 Bulan

OTT Dinas Perikanan Kota Batam, Ada Uang 500 Dolar Singapura Diamankan Polisi

Melansir The Straits Times, semrawutnya deretan sepeda itu tidak lepas dari masifnya jumlah armada milik operator rental sepeda, seperti Obike, Ofo, Mobike, dan lain-lain.

Saat ini ada sedikitnya 100.000 sepeda rental milik enam operator di Singapura. Namun, diperkirakan hanya setengahnya yang aktif digunakan.

Berkaca pada hal tersebut, pemerintah Negeri Merlion bersiap memverifikasi aset para operator sepeda.

Nantinya, operator mesti mempublikasikan lokasi semua sepeda mereka. Jumlah armada pun akan ditinjau setiap enam bulan sekali.

Deretan sepeda terparkir semrawut di dekat stasiun MRT Yishun, Singapura.
Deretan sepeda terparkir semrawut di dekat stasiun MRT Yishun, Singapura. (STRAITS TIMES/ KELVIN CHNG)

Selain itu, pemerintah akan menilai seberapa baik mereka mengelola masalah parkir illegal dan seberapa sering armada mereka dipakai masyarakat.
Otoritas Transportasi Darat Singapura (LTA) mengatakan, parkir sepeda mesti diatur karena telah menimbulkan kesemrawutan sosial yang signifikan.

“Saat ini kami berupaya meningkatkan infrastruktur parkir dan mendorong operator sepeda untuk beroperasi secara bertanggung jawab,” ujar LTA.

Ke depan, operator mesti menyiapkan sanksi pembekuan bagi pengguna yang berulang kali parkir sembarangan.

Adapun operator sepeda yang gagal mematuhi standar bakal menghadapi sanksi seperti denda, pengurangan jumlah armada, pembekuan sementara, hingga pencabutan izin operasional.

Sepeda diparkir sembarangan di Singapura.
Sepeda diparkir sembarangan di Singapura. (STRAITS TIMES/ARIFFIN JAMAR)

Sebagai informasi, perusahaan rental sepeda mulai beroperasi sejak awal tahun lalu. Sepeda-sepeda itu bisa dioperasikan dari dan ke mana saja karena tertanam sistem pelacak (GPS) di setiap unitnya.

Seiring terus membengkaknya jumlah sepeda, pemerintah Singapura menciptakan lebih banyak tempat parkir di stasiun MRT, halte bus, taman, dan perumahan.

Internet Stroomnet PLN Ditawar Rp 89 Ribu Per Bulan, Kuota Unlimited dengan kecepatan 5Mbps

Heboh Pengakuan DJ Bebby Fey yang Disetubuhi Youtubers Terkenal, Dijanjikan Soal Ini, Siapa?

Ditolak Pas Ingin Balikan, Seorang Pria Tak Sengaja Bunuh sang Mantan dan Bunuh Diri Merasa Bersalah

Pilih Stop Over di Singapura? Inilah 4 Keuntungan yang Bisa Kamu Dapatkan

VIRAL Andi Sukma Bawa 3 Istri saat Pelantikan DPRD Luwu Utara, Semuanya Rukun

Kasus Korupsi Tunjangan Rumah Dinas DPRD Natuna Mangkrak, MAKI Praperadilan Kejati Kepri

6 Foto Istri Bos TV Swasta Indonesia, Sosialita Hits dan Bergaya Hidup Mewah

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ternyata, Parkir Liar Juga Marak di Singapura".

Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved