Sri Mulyani Sentil Permainan Anggaran: Saya Tahu Ada Meeting Ecek-ecek . .
Seminar ini kalau di dalam belanja kita namanya belanja barang. Ini namanya paket meeting. Ada paket meeting yang tidak berguna dan berguna.
TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Pemerintah telah menerapkan aturan ketat terkait penggunaan negara dengan memangkas berbagai kegiatan yang tidak perlu dan hanya untuk menghabiskan anggaran.
Meski demikian, perilaku seperti itu masih marak di berbagai lembaga pemerintahan semua level dengan membuat berbagai kegiatan manipulasi, seperti rapat, sosialisasi dan berbagai kegiatan manipulatif lainnya.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa semua permainan itu dia ketahui.
Sri Mulyani mengingatkan kementerian dan lembaga untuk lebih cermat membuat program karena penggunaan anggaran akan dicantumkan laporan keuangan.
• Demo Hong Kong Pindah ke Dalam Mal, Hari Nasional Bakal Suram. Tak Ada Pesta Kembang Api
• Kredit Macet Pabrik Tekstil Terbesar Duniatex Group Akhirnya Masuk Ranah Hukum
• Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Jadi Korban Kecelakaan Tunggal, Motor Asriadi Dicuri Orang
Salah satunya yakni, program seminar atau diskusi yang anggarannya masuk ke dalam belanja barang di kementerian atau lembaga.
"Seminar ini kalau di dalam belanja kita namanya belanja barang. Ini namanya paket meeting. Ada paket meeting yang tidak berguna dan berguna. Ini berguna," ujarnya dalam Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah 2019, Jakarta, Kamis (12/9/2019).
"Tapi saya tahu ada juga paket meeting yang ecek-ecek. Itu yang perlu untuk tidak (dibuat programnya)," sambung dia.
Selama ini, kata dia, masalah paling besar pengelolaan keuangan negara yakni belum konsistennya kementerian dan lembaga.
Saat perencanaan anggaran, kata Sri Mulyani, kementerian dan lembaga semangat. Lalu lebih semangat lagi saat menganggarkan dan menggunakan anggaran negara.
Namun semangat itu hilang saat membuat laporan, bahkan sering mengabaikan laporan keuangan untuk perencanaan anggaran selanjutnya.
"Harusnya laporan itu jadi feedback," kata dia.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu meminta kementerian dan lembaga tidak berhenti memperbaiki penggunaan anggaran setelah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangannya.
Sebab ucapannya, WTP bukanlah tujuan akhir. Ada hal lebih penting dari sekedar predikat WTP, yakni, laporan keuangan harus menjadi acuan perencanaan anggaran yang lebih baik tahun selanjutnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sri Mulyani: Saya Tahu Ada Paket Meeting yang Ecek-ecek...",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/menteri-keuangan-sri-mulyani-dalam-kenaikan-gaji-pns.jpg)