Pembantu Asal Indonesia Campurkan Deterjen ke Susu Bayi Majikannya di Singapura
Gara-gara iri sesama pembantu, seorang pembantu asal Indonesia tega mencampurkan deterjen ke dalam susu bubuk bayi majikannya di Singapura.
TRIBUNBATAM.ID, SINGAPURA - Gara-gara iri sesama pembantu, seorang pembantu asal Indonesia tega mencampurkan deterjen ke dalam susu bubuk bayi majikannya di Singapura.
Pembantu asal Indonesia yang berusia 29 tahun itu mengaku cemburu pada pembantu lainnya WN Myanmar yang bekerja untuk saudara ipar bosnya.
Pelaku merasa bahwa WN Myanmar berusia 25 tahun itu pekerjaannya lebih ringan, hanya merawat bayi tersebut, sementara ia harus melakukan semua pekerjaan rumah tangga.
Pembantu asal Indonesia yang tidak disebutkan namanya itu akhirnya dinyatakan bersalah oleh pengadilan, Jumat (20/9/2019) dan divonis tiga tahun penjara setelah mengaku bersalah, demikian dilaprkan The Straits Times.
• Imigrasi Dinilai Lalai, 2 Bulan Penjahat Cyber di Indonesia, Tapi Tak Diketahui Aktivitasnya
• Empat Wakil Indonesia di Semifinal China Open 2019, Tiga Ganda Putra Plus Anthony Ginting
• 6 Kandidat Pelatih Baru Persija Jakarta, Muncul Mantan Pelatih Persib Bandung, Berikut Daftarnya!
Wakil Jaksa Penuntut Umum Singapura, Zhou Yang, mengatakan pembantu itu mulai bekerja di rumah itu pada April 2015.
Rumah itu diisi oleh dua kakak-beradik yang sama-sama sudah berkeluarga di di rumah milik orangtuanya dan masing-masing memiliki pembantu untuk pekerjaannya.
Pambantu asal Myanmar bekerja pada saudara majikan pembantu asal Indonesia yang memiliki seorang bayi berusia tiga bulan.
Karena itu, tidak heran jika tugasd utamanya adalah merawat bayi majikannya.
Hal ini menimbulkan kecemburuan pembantu asal Indonesia sehingga ia kemudian memasukkan deterjen ke bubuk susu bayi pada 6 September 2018.
Motifnya, ia berharap bisa mengambil-alih tugas merawat bayi tersebut dari pembantu asal Myanmar.
Di dalam persidangan, tidak ada bukti bahwa pelaku diperlakukan dengan buruk oleh majikannya, kecuali hanya bermotifkan cemburu.
Untungnya, sang bayi belum sempat mengkonsumsi susu yang terkontaminasi tersebut.
Keesokan harinya, ketika ibu si bayi hendak membuat susu, dia melihat beberapa partikel berwarna hitam dan merah muda di bagian bawah botol susu bayi.
"(Sang ibu) kemudian mengesampingkan botol susu pertama dan membuat susu baru menggunakan botol lain. Kali ini dia melihat partikel biru di dalam botol susu," kata jaksa.
Ketika dia membuka kaleng susu bubuk tersebut, dia mencium aroma deterjen.