Breaking News:

KPK Perpanjang Masa Penahanan Kock Meng, Pengusaha Penyuap Gubernur Kepri Nurdin Basirun

Kasus suap dan gratifikasi terkait izin reklamasi di Kepri Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdin Basirun, terus berlanjut.

Tribunbatam.id/Dipa Nusantara
Kock Meng Saat Berada di Ruangan KPK, Ia resmi ditahan oleh KPK 

Dari Febri pula Kock Meng diketahui akan menyulap lahan di sana untuk dijadikan sebuah resort dengan total lahan seluas 16,4 hektar.

Menyikapi hal ini, beberapa warga di kampung tua itu pun turut membuka suara.

Salah satunya Awang. Saat ditemui Tribun, Jumat (20/9/2019) sore, ia menyebut Kock Meng telah membeli lahan di sana dan mengganti rugi kelong milik nelayan sekitar untuk merencanakan proyek miliknya.

 Kronologi Suporter Persebaya & PSIS Semarang Merangsek Masuk Stadion, Panpel Ngaku Merugi

"Ada sebanyak 8 kelong laut, tak cuma satu. Katanya sih memang mau dibuat proyek untuk memancing ikan, kan tamunya banyak dari Singapura," ungkapnya.

Tak hanya itu, ia pun mengaku kaget saat KPK menyebut Kock Meng mengurus lahan seluas 16,4 hektar di wilayah tempat tinggalnya.

Baginya hal itu terasa mustahil. Bukan tanpa sebab, yang ia tahu Kock Meng 'hanya' memiliki lahan seluas 50X85 meter persegi.

"Tapi kalau memang seluas itu, habislah kampung tua kite nih. Luas kampung saja 16,6 hektar, sisa dua hektar. Mau jadi ape kami nih?" terangnya dengan logat Melayu kental.

Diakuinya, Kock Meng tak terlalu familier bagi warga di sana.

Namun, ia mengatakan, saat Kock Meng membeli kelong milik nelayan ditemani oleh Abu Bakar, tersangka di kasus suap Nurdin Basirun.

"Abu Bakar itu kerap mendampingi dia (Kock Meng) itulah. Yang kami tahu pertama kali beli lahan di sekitar situ malah Johanes Kodrat itu," sambungnya sambil menikmati angin laut di Tanjung Piayu.

 Inisiatif Perisai BPJS Ketenagakerjaan Raih Apresiasi Innovation Recognition Award dari ASSA

Halaman
123
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved