BATAM TERKINI

Imigrasi Deportasi 14 WNA Penjahat Siber yang Tertangkap di Batam ke Negara Asal

Imigrasi Kelas I khusus TPI Batam mendeportasi 14 WNA asal Taiwan yang sebelumnya tertangkap melakukan kejahatan siber di Batam.

Imigrasi Deportasi 14 WNA Penjahat Siber yang Tertangkap di Batam ke Negara Asal
TRIBUNBATAM.ID/BERES LUMBANTOBING
Penangkapan 47 pelaku kejahatan siber di Batam Rabu (18/9/2019) di dua ruko di Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Imigrasi Kelas I khusus TPI Batam telah mendeportasi 14 warga negara asing (WNA) asal Taiwan yang sebelumnya tertangkap polisi melakukan kejahatan siber di Batam, belum lama ini.

"Sebanyak 14 WNA berkewarganegaraan Taiwan telah diberangkatkan ke negara asalnya melalui TPI Bandara Soekarno Hatta, Minggu (29/9/2019," ungkap Kakanim Batam, Lucky Agung Binarto, Selasa (1/10/2019).

Selain 14 orang tersebut, Imigrasi juga akan mendeportasi 18 WNA berkewarganegaraan Republik Rakyat Tiongkok ke negara asalnya.

"Direncanakan akan diberangkatkan Rabu (2/10/2019) besok dan nama mereka juga akan masuk ke daftar penangkalan untuk masuk ke Indonesia," jelas Lucky.

Sementara itu, terhadap 15 WNA akan ditetapkan menjadi tersangka, setelah ditemukan dua alat bukti, diduga mereka telah melanggar UU no 6 tahun 2011 pasal 112 huruf a.

Sebelum diterbitkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP), terhadap 15 WNA akan dilakukan gelar perkara bersama JPU Kejaksaan Negeri Batam, Ahli, Polresta Barelang.

Bobol Rp 50 Juta Milik Warga Karimun, Lulusan SD Ini Ngaku Belajar Kejahatan Siber Secara Otodidak

Berdasarkan hasil tribunbatam.id. 33 WNA masih ditempatkan diruang Detensi kantor imigrasi kelas I khusus TPI Batam guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pasca penangkapan 47 WNA jaringan penipuan online oleh Satreskrim Polresta Barelang pada Rabu (18/9/2019) lalu, pihak Polresta Barelang telah melimpahkan kasus tersebut ke kantor Imigrasi kelas I khusus TPI Batam.

Kakanim Batam, Lucky Agung Binarto menjelaskan pelimpahan kasus tersebut dikarenakan tidak adanya ditemukan korban dari WNI, "sementara korban dari pelaku jaringan penipuan online ini hanya WNA," ucap Lucky dalam gelar Exposenya di Kantor Imigrasi kelas I khusus TPI Batam, Selasa (1/10/2019) pagi.

Dari hasil pemeriksaan olah TKP, sebanyak 32 WNA melanggar UU no 6 tahun 2011 pasal 75 ayat 1 tentang Keimigrasian. Selanjutnya akan diberikan tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) yakni dideportasi ke negara asalnya dan namnaya dimasukkan ke daftar penagkalan.

"Dan namanya telah dimasukkan ke daftar penangkalan untuk masuk ke Indonesia," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, 47 WNA jaringan penipuan online antar negara, yakni 29 WNA Taiwan dan 18 WNA Tiongkok diamankan di Ruko Taman Niaga Sukajadi, Batam kota dan Grand Orchid Blok A2 no 12A, Batam kota pada Rabu (18/9/2019). (tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved