HEADLINE TRIBUN BATAM
Kelangkaan BBM Makin Parah, Terjadi di Batam, Bintan dan Tanjungpinang
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, premium dan pertalite terjadi di Batam, Tanjungpinang dan Bintan dan menimbulkan antrean panjang.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, premium dan pertalite terjadi di Batam, Tanjungpinang dan Bintan.
Kelangkaan bahan bakar tersebut, menimbulkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU, seperti terlihat di tiga kota tersebut.
Pantau Tribun, kondisi ini terjadi dalam sepekan terakhir. Di Batam, BBM jenis premium dan pertalite mulai sulit didapatkan.
SPBU hanya memasang plang ‘Premium dalam Pengantaran’. Namun, kondisi ini terlihat sampai lebih dari dua hari.
Begitu juga dengan BBM jenis pertalite.
Sejumlah SPBU masih ada yang melayani pengisian, dan beberapa SPBU juga memasang plang serupa dengan premium, dengan alasan yang sama;
“Pertalite dalam Pengantaran’. Kondisi terpantau di beberapa SPBU di Batam Centre.
Dalam beberapa hari terakhir, SPBU dekat Simpang Bandara Hang Nadim, Premium dan Pertalite bahkan sempat kosong pada saat bersamaan.
• Antrean Solar Mengular di SPBU KM 16 Bintan, Diduga Ada Pelansir Bolak-balik Isi BBM
Kondisi yang sama terjadi untuk BBM jenis solar. Kendati pembelian solar dikendalikan dengan Fuel Card, atau kartu pembelian solar subsidi, antrean panjang pembelian solar tetap menjadi pemandangan sehari-hari di Batuaji, Batam.
Sejumlah sopir angkutan barang seperti lori mengeluhkan kondisi tersebut. Selain selalu antre, mereka kadang tidak kebagian solar saat sampai di SPBU.
"Memang sedih juga, tapi mau bilang apa. Memang sampai saat ini pengisian solar dimana-mana selalu antre,"kata Ronal kepada Tribun, Senin (7/10/2019) lalu.
Dia mengatakan, parahnya pemilik mobil angkutan maupun bus pariwisata dijatah sama yakni 30 liter sehari dan itu harus didapat lewat antrean panjang.
"Kita tidak tahu dimana salahnya," kata Ronal.
Herbet, pemilik usaha bus pariwisata di Batam, mengatakan pelaku usaha di bidang transportasi pariwisata sangat merasakan imbas sulitnya mendapatkan solar.
"Mobil kita bus dengan cc besar, namun jatah kita dengan jatah mobil pribadi pengguna solar juga sama," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-09-oktober-2019.jpg)