Sabtu, 25 April 2026

Jokowi Minta Semua Menteri Inventarisir Regulasi Berbelit-belit, Termasuk di Batam?

Presiden Joko Widodo meminta para menteri Kabinet Indonesia Maju menginventarisir regulasi yang tumpang tindih dan berpotensi menghambat investasi.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo 

Dunia usaha diakui menyambut positif pelantikan kabinet baru. Namun pengusaha menyampaikan harapan mereka.

"Khusus Menteri Perindustrian, semoga ada perubahan regulasi. Khususnya terkait pembatasan bahan baku untuk perusahaan manufacture. Kondisi kurang menguntungkan, karena Batam tidak memiliki bahan baku," ujarnya, Rabu (23/10/2019).

Ia menambahkan pembatasan pada bahan baku dan bahan baku penolong untuk perusahaan manufacture pemegang APIP sangat mengganggu sekali dalam proses produksi.

Hal ini karena Batam sendiri tidak ada bahan baku yang tersedia.

Pengaruhnya ke Batam

Presiden Jokowi telah mengumumkan kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10/2019), bagaimana pengaruhnya ke Batam?

Jelang Jokowi umumkan kabinet, Batam mengalami perubahan mendasar yakni Wali Kota Batam ex offico Kepala BP Batam.

Aturan itu dinilai bisa menyelesaikan dualisme kewenangan yang selama ini terjadi.

Berikut adalah pandangan Pengamat Ekonomi Batam Suyono Saputro mengenai nasib Batam terkait kabinet Indonesia Maju.

Susunan kabinet Indonesia Maju pada periode kedua Pemerintah Presiden Joko Widodo – Ma'ruf Amin memunculkan sejumlah nama baru yang menjawab beberapa posisi strategis, diantaranya Nadiem Makarim (founder Gojek), Bahlil Lahadalia (mantan Ketum HIPMI), Wishnutama (komisaris Net Mediatama dan Kumparan), dan Erick Thohir (founder Mahaka Group yang juga mantan Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf).

Keberadaan mereka tentu diharapkan menjadi darah segar bagi penguatan tim kerja Jokowi – Ma'ruf di tengah situasi global yang semakin tidak menentu, dan tuntutan pertumbuhan ekonomi nasional yang juga semakin berat.

Tentu saja, harapan yang sama juga diberikan kepada jajaran wajah lama yang masih diberikan kepercayaan oleh Jokowi-Ma'ruf untuk memegang kementerian strategis bidang ekonomi, di antaranya Airlangga Hartarto, mantan Menteri Perindustrian yang ditunjuk menjadi Menko Perekonomian, kemudian Luhut Panjaitan yang diserahi tugas berat sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, serta Agus G. Kartasasmita sebagai Menteri Perindustrian, dan Agus Suparmanto, sebagai Menteri Perdagangan.

Wajar publik menaruh harapan besar kepada tim ekonomi Jokowi pada periode kedua ini, mengingat kinerja ekonomi pada periode pertama yang belum sepenuhnya memuaskan, terutama dalam hal meningkatkan arus investasi asing, ekspor, dan mendorong industrialisasi.

Kendati pertumbuhan ekonomi secara makro masih bertahan pada level 5%, namun daya saing nasional masih keteteran jika dibandingkan dengan Vietnam.

Jokowi masih punya tugas berat, bayangan resesi dunia pada 2020 sudah di depan mata.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved