Kapal Pengangkut TKI Ilegal Kehabisan Minyak, Terdampar di Perairan Bintan

Satu Unit Kapal yang mengangkut enam orang penumpang yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal terdampar di perairan Malang Rapat, Kecamatan

Kapal Pengangkut TKI Ilegal Kehabisan Minyak, Terdampar di Perairan Bintan
tribunnews batam/eko setiawan
Tim penyelamat mengevakuasi seorang korban tewas dari musibah kapal tenggelam yang mengangkut puluhan TKI dari Johor, Malaysia, di Perairan Nongsa, Batam, Rabu (2/11/2016). 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Satu Unit Kapal yang mengangkut enam orang penumpang yang merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal terdampar di perairan Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang pada Selasa (29/10/2019) pagi dini hari.

Kapal itu terdampar Diduga karena kehabisan minyak (BBM) jenis solar, sehingga penumpang meninggalkan kapal tersebut.

"Kapal itu diduga kehabisan BBM, jadi di tinggalkan begitu saja dan tanpa ada penumpang di dalamnya,"kata Kasatpolair Polres Bintan AKP Suardi, Selasa (29/10/2019).

Pemko Batam Dapat Kuota Penerimaan CPNS Dari Pusat, Formasi Ini Paling Banyak di Cari

Potensi Wisata Kepulauan Riau Menjanjikan, ASITA Kepri Gelar Table Top dan Mini Travel Fair

Suardi juga menuturkan, bahwa kapal itu diketahui terdampar, setelah menerima informasi bahwa ada kapal yang mengangkut TKI ilegal dari Malaysia terdampar di perairan Malang Rapat, Bintan.

"Untuk saat ini kita sudah turunkan anggota kesana untuk melakukan pengecekan,"ucapnya.

Ia juga menuturkan, bahwa dari informasi di lapangan, ternyata para TKI ini berasal dari Malaysia dan kapal yang mereka naiki terdampar di perairan Malang Rapat, Bintan.

Live Streaming TV One, ILC Malam Ini Kupas Kabinet Jokowi, Siapa yang Menangis?

Untuk Majukan Sepak Bola, Batam Butuh Orang Gila, Pemerintah Wajib Berikan Perhatian Khusus

"Nah setelah terdampar, diduga mereka merapat ke perairan Malang Rapat karena perairan terdekat dengan mereka,"tuturnya.

Para TKI juga setelah meninggalkan kapal dan berada di Bintan, para TKI ilegal ini sempat menginap di masjid.

Sehingga saat ini, pihaknya hanya mengamankan kapal yang mengangkut TKI ilegal tersebut, sedangkan penumpang dikabarkan sudah ke Tanjungpinang.

"Warga sekitar juga sempat bertemu mereka di masjid. Lalu mereka meminta ke warga untuk dicarikan taksi. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Tanjungpinang,"ungkapnya.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved