Tunggu Audit BPK RI, Polisi Pastikan Ada Tersangka Baru Dugaan Korupsi SPPD Fiktif DPRD Karimun

Penyidik baru menetapkan satu orang tersangka berinisial Bz pada Mei 2018. Ia merupakan bendahara di DPRD Kabupaten Karimun pada tahun 2016.

Tunggu Audit BPK RI, Polisi Pastikan Ada Tersangka Baru Dugaan Korupsi SPPD Fiktif DPRD Karimun
tribunbatam.id/Elhadif Putra
AKP Lulik Febyantara 

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. 

Ini dilakukan untuk mengetahui kerugian Negara kasus dugaan korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) tahun 2016 DPRD Karimun.

Penyidik baru menetapkan satu orang tersangka berinisial Bz pada Mei 2018.

Bz merupakan bendahara di DPRD Kabupaten Karimun pada tahun 2016.

"BPK RI kan datang selama 20 hari di sini. Mereka kembali untuk pemberkasan. Baru kita dikasih kabar hasilnya. Apakah kerugian negara bisa bergeser atau malah bertambah," kata AKP Lulik Febyantara.

BPK RI mengarahkan agar mendalami dan menambah keterangan sejumlah saksi.

Mobil Mantan Kadinsos Karimun yang Dicicil dari Uang SPPD Fiktif Disita Polisi

SAH! AKP Herie Pramono Resmi Jabat Kasatreskrim Polres Karimun

VIDEO-Polwan Cantik Bagikan Air Mineral Saat Demo Pekerja, Polres Karimun Terjunkan 230 Personel

Sedikitnya 70 orang saksi dipanggil penyidik Satreskrim Polres Karimun untuk mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) tahun 2016 DPRD Karimun itu.

Mulai dari unsur pimpinan, Sekretaris hingga staf Sekretariat DPRD Karimun dipanggil penyidik Satreskrim Polres Karimun

Sebelum menetapkan Bz sebagai tersangka, penyidik Satreskrim Polres Karimun menggeledah Kantor DPRD Kabupaten Karimun pada 7 Mei 2018.

Polisi menggeledah tiga ruangan dan membawa sejumlah berkas keluar dari Kantor DPRD Karimun yang berlokasi di Jalan Changgai Puteri, Kelurahan Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Penggeledahan berlangsung lima jam dimulai pukul sepuluh pagi. 

"Arahan BPK RI seperti itu. Kami akan gelar perkara, baru penetapan tersangka lagi," ucapnya.(tribunbatam.id/elhadifputra)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Septyan Mulia Rohman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved