Rabu, 8 April 2026

BATAM TERKINI

DIGUSUR Pemerintah, PKL Pasar Induk Jodoh Batam Gratis Pakai Kios 6 Bulan

Pemerintah justru memberikan fasilitas pakai kios cuma-cuma alias gratis selama 6 bulan dan hanya dikenakan uang air dan listrik senilai Rp 1 juta.

Tribunbatam.id/Argianto DA Nugroho
Sejumlah warga mengumpulkan serpihan serpihan pasar induk yang masih bernilai ekonomis sebelum dirobohkan pemerintah Kota Batam, Jumat (1/11/2019). Rencana revitalisasi pasar induk oleh kementrian perdagangan dijadwalkan dimulai tahun 2020. 

DIGUSUR Pemerintah, PKL Pasar Induk Jodoh Batam Gratis Pakai Kios 6 Bulan 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabid Pasar Kota Batam, Zulkarnain mengungkapkan, Pemko Batam tak pernah memungut uang masuk kios senilai Rp 10 juta bagi para pedagang kaki lima (PKL) Pasar Induk Jodoh Batam yang ditertibkan tim gabungan.

Menurutnya, pemerintah justru memberikan fasilitas pakai kios cuma-cuma alias gratis selama 6 bulan dan hanya akan dikenakan uang air dan listrik senilai Rp 1 juta saja. 

"Padahal kita sudah berkali-kali sosialisasi. Tak ada pungutan Rp 10 juta. Sudah kita sepakati sama pengelola pasar, karena PKL baru pindah, pelanggannya pasti masih mencari mereka, jadi pemerintah memberikan free selama 6 bulan agar mereka ringan," kata Zulkarnain.

Jika dalam 6 bulan PKL masih belum mendapat keuntungan, Pemko Batam masih memberikan kelonggaran lagi free sampai setahun.

 2 Pengedar Narkoba Kabur Saat Penggusuran Pasar Induk Sei Jodoh Batam

Ia berharap PKL mengerti kebijakan pemerintah.

"Pemerintah kan ingin memberikan pasar itu supaya lebih baik dan demi manusiawi. Baik keselamatan pembeli dan penjual," katanya.

Sementara, Kabid Trantib Satpol PP Kota Batam, Imam Tohari mengakui deposit Rp 1 juta itu sebenarnya merupakan sebagai jaminan air dan listrik.

Setelah itu, PKL bisa menempati kios secara gratis selama 6 bulan.

Sementara itu, pihaknya diberikan waktu selama 1 minggu untuk membersihkan Pasar Induk tesebut.

Baik lokasi luar ataupun di dalam Pasar Induk.

"Kebersihan yang ke 2 ini kami membersihkan lantai 2. Banyak kos-kosan di sana yang sangat memprihatinkan," katanya.

Dalam pembersihan tersebut, pihaknya menemukan sisa alat-alat yang diduga alat sabu di sebuah kos-kosan.

Namun, penghuninya langsung kabur saat petugas datang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved