BATAM TERKINI
DIGUSUR Pemerintah, PKL Pasar Induk Jodoh Batam Gratis Pakai Kios 6 Bulan
Pemerintah justru memberikan fasilitas pakai kios cuma-cuma alias gratis selama 6 bulan dan hanya dikenakan uang air dan listrik senilai Rp 1 juta.
"Kami sudah memanggil kepolisian dan dibawa. Seluruh kamar-kamar dibongkar. Tinggal yang dibawah kami beri waktu untuk bongkar," katanya.
Imam berharap para PKL bisa menempati tempat yang telah disediakan oleh pemerintah. Sehingga bisa melanjutkan berdagang lagi.
"PKL yang masih berjualan di pinggir jalan, sorenya kita sudah kita ingatkan. Pagi ini kita masukkan ke lori. Tapi mereka minta dispensasi. Kami berikan lagi. Nanti kalau masih berjualan lagi kami angkut lagi tak ada ampun," paparnya.
Usai pembersihan dilanjutkan dengan pemagaran. Kemudian diserahkan kepada Disperindag Kota Batam.
Di tempat yang sama, Pengelola Pasar Swasta Rijal, mengakui masih banyak kios yang masih kosong.
Pihaknya juga akan menampung dan menyediakan tempat bagi PKL yang akan berjualan di pasar tersebut.
"Ada kawan-kawan yang belum mengisi lagi sampai sekarang. Padahal tempat ready. Kami tak pernah mengatakan tempat sudah habis," katanya.
Pihaknya sudah sediakan listrik dan air. Jadi PKL bisa masuk sesuai dengan prosedurnya.
Ia menambahkan Rp 1 juta untuk biaya listrik dan air. Sementara biaya kebersihan disesuaikan berdasarkan kesepakatan bersama.
"Sekuriti akan standbay 2 orang jaga malam dan 2 pagi," katanya. (tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/02112019pasar-induk-jodoh-batam.jpg)