MA Coret Kebijakan Jokowi, Kepala Dinkes, Kepri Akan Kesulitan Dokter Spesialis

Dampak dari MA cobet kebijakan Presiden Jokowi, Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana mengelukan Kepri bakal kekurangan dokter spesialis.

MA Coret Kebijakan Jokowi, Kepala Dinkes, Kepri Akan Kesulitan Dokter Spesialis
TRIBUNBATAM
Tjetjep Yudiana ,Kepala Dinas Kesehatan Kepri memberikan konsultasi di stand Dinkes Kepri pada acara Medica Expo dan Health Beauty Expo, 18 April 2019. 

TANJUNGPINANG, TRIBUN – Mahkamah Agung (MA) mencoret kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebar para dokter spesialis hingga ke penjuru nusantara.

Jokowi terpaksa membuat Peraturan Presiden (Perpres) baru yang tidak lagi mewajibkan bagi dokter spesialis untuk berdinas hingga ke pelosok Papua, tetapi hanya sukarela dokter.

Keputusan MA tersebut akan berdampak juga pada Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang berada di berada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kenalilah Kanker Payudara, Begini Cara Deteksi Menurut Dokter Spesialis RS Awal Bros Batam

Pendaftaran Beasiswa LPDP 2019 Dokter Spesialis Sudah Dibuka, Cek Syaratnya Yuk!

Lagi pula Kepri juga memiliki pulau-pulau terpencil yang membutuhkan tenaga-tenaga dokter spesialis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana mengatakan dampak dari keputusan MK tersebut tentu akan sangat berpengaruh bagi Kepri.

“Tentu kita akan kesulitan mendapatkan tenaga dokter spesialis.

Padahal kita sangat membutuhkan tenaga mereka,” ungkap Tjetjep kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (4/11/2019).

(kiri-kanan) Corporate Secretary Halodoc - Sisca Tjahjadi, Chief of Medical Halodoc dr. Irwan Heriyanto, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H, Sekretaris Jenderal IDI, DR. Dr. Henry Salim Siregar, Sp. OG (K) menandatangani MoU kolaborasi antara Halodoc dan IDI dalam pengembangan proyek ilmiah, riset, dan inovasi di bidang pelayanan kesehatan di Jakarta, Sabtu (26/10). Sejak 2016, Halodoc sudah bermitra dengan lebih dari 1.400 rumah sakit, lebih dari 20.000 dokter berlisensi, lebih dari 1.300 apotek, dan menyediakan akses kepada lebih dari 7 juta pengguna aktif perbulan di lebih 50 kota di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Halodoc dan IDI berharap dapat meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
(kiri-kanan) Corporate Secretary Halodoc - Sisca Tjahjadi, Chief of Medical Halodoc dr. Irwan Heriyanto, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Daeng M Faqih, S.H, M.H, Sekretaris Jenderal IDI, DR. Dr. Henry Salim Siregar, Sp. OG (K) menandatangani MoU kolaborasi antara Halodoc dan IDI dalam pengembangan proyek ilmiah, riset, dan inovasi di bidang pelayanan kesehatan di Jakarta, Sabtu (26/10). Sejak 2016, Halodoc sudah bermitra dengan lebih dari 1.400 rumah sakit, lebih dari 20.000 dokter berlisensi, lebih dari 1.300 apotek, dan menyediakan akses kepada lebih dari 7 juta pengguna aktif perbulan di lebih 50 kota di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, Halodoc dan IDI berharap dapat meningkatkan akses layanan kesehatan yang lebih inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia. (ist)

Menurut Tjetjep, Kepri selalu mendapat tenaga dokter spesialis sejak 2014 lalu.

Setelah itu, hampir setiap tahun, ada saja tenaga dokter spesialis yang dikirim ke Kepri.

Kondisi tersebut berlangsung sampai 2017.

Halaman
123
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved