Kisah Pilu Arfan, Bocah Berusia 2 Tahun yang Kelilingi Keranda Jenazah Ayah Ibunya
Sungguh malang nasib Arfan yang tak bisa lagi menikmati kasih sayang kedua orang tuanya.
Kisah Pilu Afran, Bocah Berusia 2 Tahun yang Kelilingi Keranda Jenazah Ayah Ibunya
TRIBUNBATAM.id- Kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi tentulah teramat menyedihkan.
Apalagi jika orang tersebut adalah keluarga yang sangat dekat dengan keseharian kita, seperti ibu dan ayah.
Belum lagi jika kita merasakan kehilangan tersebut di saat masih sangat membutuhkan kasih sayang.
Hal tersebut lah yang menggambarkan peristiwa yang dialami bocah bernama Muhammad Arfan Ziqri, asal Malaysia.
Kedua orang tua bocah yang karib disapa Arfan ini meninggal dalam kecelakaan maut di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sungguh malang nasib Arfan yang tak bisa lagi menikmati kasih sayang kedua orang tuanya.
Layaknya seorang anak kecil, sikap Arfan saat kedua orang tuanya pun tampak sangat polos.
Dengan riang gembira, Arfan mengelilingi keranda ayah dan ibunya.
Seolah memang tak mengerti apa yang sebenarnya tengah terjadi.
Lewat foto yang diunggah oleh akun Instagram @makasar_info, Senin, (4/11/2019).
Terlihat foto Arfan saat masih bersama dengan kedua orang tuanya sebelum meninggal.
• Berawal Curhat di Kafe, Wanita Malaysia Menikah dengan Pria Afrika, Kisahnya Viral
• Masukkan Sabu ke Perut Lewat Anus, WNA Asal Malaysia Kapok Bawa Sabu ke Batam
Ketiganya tampak sangat bahagia kala itu.
Kini, Arfan tak dapat lagi merasakan hal itu.
Melansir dari berbagai sumber, ayah dan ibu Arfan meninggal saat kecelakaan maut sepeda motor yang dikendarai ayahnya, Syakiran.
Kecelakaan tersebut menyebabkan ibunda Arfan meninggal di tempat.
Tak cukup kehilangan sang ibunda, sang ayah pun meninggal setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Universitas Malaya.
Yang lebih menyayat hati, rupanya sang ibu tengah mengandung anak keduanya, yakni adik dari Arfan.
• 22 Tahun Dirahasiakan, Titi DJ Blak-blakan Ungkap Alasan Cerai Dari Aktor Tampan Bucek Depp
• Maruf Amin Jadi Sorotan Karena Sejarah Intoleransi, Media Inggris Sebut Jokowi Tak Dapat Diandalkan
Seketika kecelakaan maut tersebut merenggut nyawa kedua orang tua Arfan, yang mengharuskan bocah ini hidup seorang diri sebagai yatim piatu.
Kecelakaan maut memang kerap menghilangkan nyawa orang-orang terkasih.
Terdapat beberapa hal yang menjadi penyebab kecelakaan itu sendiri.
Mulai dari kondisi fisik yang lelah, mengantuk, kurangnya konsentrasi, hingga kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian orang lain.
Satu yang pasti, tidak ada yang bisa menjamin hidup seseorang, mengalami kecelakaan mautpun jika Tuhan masih ingin seseorang menjalani kehidupannya, ia akan selamat, begitu sebaliknya.
Postingan tersebut mengundang empati dari warganet.
Banyak di antara warganet yang merasa tersayat-sayat hatinya saat melihat postingan tersebut.
"Sakit baca nyaa, yg tabah sygku naaak."
"Ya Allah kasian."
"Baru aja ngeluh hidup kok gini2 aja, eh habis baca ini langsung malu sama diri sendiri, sehat selalu ya adek."
"Sumpah merinding.. Kasian arfan."
"Yallah,g dibaca penasaran,dibaca sedih,seketika hati ngilu."
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/05112019_afran-bocah-yang-keliling-keranda-jenazah-orangtuanya_malaysia.jpg)