Minggu, 26 April 2026

Di ILC, Karni Ilyas Sindir Ali Ngabalin Tak Jabat Lagi Staf Khusus Presiden, Ini Balasan Ngabalin

Sindiran tersebut disampaikan oleh Presiden ILC di acaranya Indonesia Lawyer Club TvOne pada Selasa (26/11/2019).

|
Tangkapan youtube TVOne
Di ILC, Karni Ilyas Sindir Ali Ngabalin Tak Jabat Lagi Staf Khusus Presiden, Ini Balasan Ngabalin 

Di ILC, Karni Ilyas Sindir Ali Ngabalin Tak Jabat Lagi Staf Khusus Presiden, Ini Balasan Ngabalin


TRIBUNBATAM.id
- Karni Ilyas menyindir Ali Ngabalin yang kini tak jadi staf khusus Presiden lagi, jadi penasehat spiritual atau juru bicara?

Karena sudah tak jadi staf khusus Presiden Jokowi, Ali Ngabalin dapat sindiran dari Karni Ilyas.

Sindiran tersebut disampaikan oleh Presiden ILC di acaranya Indonesia Lawyer Club TvOne pada Selasa (26/11/2019).

Acara ILC tersebut membahas tentang Ahok yang diangkat menjadi bos Pertamina.

Ali Ngabalin menjadi salah satu narasumber awalnya membantah pernyataan dari narasumber yang sudah lebih dulu berbicara.

Usai Temui Mahfud MD, Tito dan Buya Syafii, Menteri Agama Janji Terbitkan Izin FPI Habib Rizieq

Satu diantaranya adalah Marwan Batubara yang menganggap Ahok tidak layak duduk sebagai Komisaris Utama Pertamina.

"Saya mau pelan saja karena energi saya yang keras sudah saya habiskan dua kali bertemu dengan pak Marwan Batubara," kata Ali Ngabalin dikutip dari ILC TvOne.

Ali Ngabalin menyoroti kata-kata dari Marwan Batubara yang mendesak agar Ahok ditangkap atas kasus Sumber Waras.

"Itulah saya menolak kenapa kalimat yang digunkana pak Marwan tangkap penjarakan, kenapa pemerintah mengangkat manusia kotor seperti ini,

memang ente orang bersih, emang ente orang baik, Tuhan masih sayang tidak membuka rahasia kejahatan mu semua,.

saya bukan orang baik tapi saya berusaha memperbaiki diri kawan," kata Ali Ngabalin.

Menurut Ali Ngabalin bila Marwan Batubara tidak percaya pada pengadilan dan KPK.

Ia juga mengungkap bahwa seharusnya Marwan tidak menggunakan asumsinya sendiri.

"Kalau anda tidak percaya proses hukum, KPK, mengapa kita masih menggunakan asumsi dugaan, nafsu, gak boleh dong,

kita bicara fakta hukum, kenapa anda menuduh lembaga itu tidak begitu adil emang ente pengadilannya, anda kan manusia biasa, anda bukan hakim, mengapa anda begitu pandai menghakimi orang tanpa proses pengadilan," ungkap Ali Ngabalin.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved