NGOPI BARENG TRIBUN
Ketua PHRI Kepri: Kisruh Taksi Online dan Konvensional Mengiris Hati Kami
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Tupa Simanjuntak menyampaikan unek-uneknya terkait keributan antara taksi online dan konvensional.
"Saya yang berlatar belakang polisi pasti akan melakukan penyelesaian dari sisi keamanan terlebih dahulu," ujar Haris
Tupa yang mengajukan pertanyaan kepada Haris merasa kurang puas dengan pemaparan yang disampaikan Haris terkait penyelesaian masalah karena dirasanya hal itu kurang konkrit.
Selanjutnya, Tupa menanyakan upaya Yuhendri untuk menunjang pariwisata kota Batam dengan mahalnya tiket menuju kota Batam dari berbagai daerah.
Yuhendri mengungkapkan bahwa Pengelolaan pariwisata Dikota Batam saat ini dirasa belum optimal.
"Pariwisata di Kota Batam belum optimal apalagi Batam sebagai gerbang masuknya wisatawan asing ke Indonesia," ujar Yuhendri.
Yuhendri mengungkapkan pariwisata di kota Batam saat ini belum optimal ia berpandangan pariwisata di kota Batam ini baru sebatas pariwisata kuliner saja.
"Pariwisata di Batam ini baru sebatas kuliner saja," ujar Yuhendri.
Yuhendri berencana, ke depannya Pariwisata Batam bisa dibuat konsep pariwisata Nusantara misalnya seperti pembangunan taman mini yang ada di Jakarta karena karena masyarakat di Batam majemuk.
"Kita harusnya memiliki satu ikon pariwisata seperti di Jakarta yaitu Taman Mini Indonesia Indah (TMII)," ujar Yuhendri.
Untuk permasalahan tiket yang harga melonjak tinggi, Yuhendri berpendapat yang bisa menyelesaikan hal tersebut adalah Pemerintah pusat sedangkan Pemerintah daerah bisa memberikan rekomendasi dorongan kepada pemerintah pusat.
"Yang punya kewenangan adalah pemerintah pusat, kita yang di daerah bisa memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat," tutur Yuhendri.
Selain itu, Yuhendri juga menggali pertanyaan untuk Haris terkait taksi konvensi dan online karena ia merupakan dewan pertimbangan organda provinsi Kepri
Ia berpendapat perlu adanya kajian khusus yang mempertimbangkan jumlah Driver taksi on-line pajang jalan ditambah dengan banyaknya penumpang di bagi para driver baik itu konvensional dan online.
Perlu adanya kajian khusus terkait Permasalahan Taksi Konvensional dan Online sehingga dapat memberikan solusi yang kongkrit," ujarnya.(Bob)
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Tupa Simanjuntak mengatakan, produk pariwisata kota Batam saat ini dirasa belum ada sehingga belum bisa Batam diklaim sebagai kota pariwisata.
"Batam sebagai kota pariwisata baru Hanya tagline saja belum ada icon yang bisa menunjukan Batam sebagi kota pariwisata seperti daerah lain," ujarnya.
(Tribunbatam.id/Alamudin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/09122019tupa-simanjuntak.jpg)