ANAMBAS TERKINI

TAKUT Dibunuh, Seorang Anak di Anambas Pasrah Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun

Seorang bocah dicabuli ayah tirinya selama 4 tahun yakni sejak usianya 10 tahun. Awalnya korban pasrah karena takut dibunuh hingga akhirnya tak tahan.

TAKUT Dibunuh, Seorang Anak di Anambas Pasrah Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi - Pencabulan. (tribunlampung.co.id/dodi kurniawan). (Perwira Menengah Polda Dilaporkan Dugaan Cabuli Siswi SMP, Dicekoki dengan Minuman Keras Lebih Dulu 

TAKUT Dibunuh, Seorang Anak di Anambas Pasrah Dicabuli Ayah Tiri Selama 4 Tahun 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Seorang bocah dicabuli ayah tirinya selama 4 tahun yakni sejak usianya 10 tahun hingga korban berusia 14 tahun.

Akibat aksi bejatnya itu, pelaku digelandang ke Mapolsek Jemaja untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Kepulauan Anambas AKBP Junoto, SIK melalui Kapolsek Jemaja AKP, Fery Kuswanto  mengatakan, hal itu terungkap saat ibu korban yang merupakan istri pelaku melapor ke Polsek Jemaja dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B / 03 / XI / 2019 / SPKT / JEMAJA.

Tersangka dijerat dengan Pasal 81 (1) UU RI No 17 Thn 2016 Tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 01 Thn 2016 tentang perubahan ke-2 atas UU RI No.23 Thn 2002 tentang Perlindungan anak menjadi UU. 

"Berdasarkan laporan tersebut pihak kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan tersangka," ucap Fery, Selasa (10/12/2019).

Terkuak! Pelaku Pencabulan di Tanjungpinang Ternyata Oknum Dokter di RSUP Kepri, Ini Pengakuannya

Dari informasi yang TRIBUNBATAM.id himpun, peristiwa itu berawal saat ibu kandung korban mendapatkan laporan dari anaknya yang ketakutan karena telah diperlakukan tidak senonoh oleh tersangka yang tak lain adalah bapak tirinya. 

"Korban pun mengatakan bahwa dirinya telah diperlakukan tak senonoh oleh bapak tirinya saat umur 10 tahun sampai korban sudah berusia 14 tahun yang terjadi di rumah kediamannya," ungkapnya.

Korban selalu diancam akan dibunuh sehingga korban terpaksa pasrah.

Halaman
1234
Penulis: Rahma Tika
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved