BATAM TERKINI

Pertamina Apresiasi Langkah Disperindag Batam Sita 540 Tabung Gas Elpiji 3 Kg

Branch Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I wilayah Kepri, Awan Raharjo, mengapresiasi upaya yang dilakukan Disperindag Kota Batam

Pertamina Apresiasi Langkah Disperindag Batam Sita 540 Tabung Gas Elpiji 3 Kg
tribunbatam.id/roma uly sianturi
Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau menunjukkan ratusan tabung gas elpiji 3 kilogram yang ditahan dari sejumlah pengecer di UPTD Metrologi. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ratusan tabung elpiji 3 kg diamankan oleh Tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam dari sejumlah pengecer, Kamis (12/12/2019) lalu. 

Tim Disperindag mengamankan sebanyak 540 tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau. 

Pasca kejadian itu, pihak Pertamina memberikan tanggapannya.

Branch Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I wilayah Kepri, Awan Raharjo, mengapresiasi upaya yang dilakukan Disperindag Kota Batam. 

“Wah, ini yang memang kita tunggu-tunggu. Karena memang Pertamina tidak akan bisa melakukan penertiban tersebut sendirian,” ujarnya kepada Tribun Batam, Jumat (13/12/2019). 

Awan menyebut, atas upaya yang dilakukan Disperindag Kota Batam tersebut, dirinya merasa salut sebab pemerintah daerah sudah semakin baik dalam hal melakukan pengawasan. 

Segera Ganti HP MU, Sejumlah HP Ini Tidak Bisa Gunakan Aplikasi WhatsApp di Tahun 2020

Ribuan Ibu Ibu Muslimat NU Kini Go Digital, Satu Tahun Pelatihan Gojek Wirausaha

“Luar biasa salut atas upaya-upaya yang dilakukan Disperindag Kota Batam. Kami sangat mengapresiasi dan akan terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan Disperindag Kota Batam,” ucapnya. 

Awan mengatakan ada banyak modus yang bisa dilakukan oleh pihak pangkalan, sehingga gas elpiji 3 kg bisa sampai dijual bebas oleh pengecer. 

“Modusnya elpiji dari pangkalan ke pengecer itu kan bisa bermacam-macam. Bisa dari perseorangan membeli di pangkalan-pangkalan sebanyak 1 per 1 tabung lalu dia kumpul-kumpulkan untuk dijual ke pengecer kan bisa saja,” jelasnya. 

Hal tersebutlah yang dinilai Awan sulit bagi Pertamina untuk memonitoring. Sebab banyaknya jumlah pangkalan yang ada di Kepri, termasuk di Kota Batam. 

“Oleh karena itu yang dilakukan oleh Disperindag menurut kami sudah tepat, dan kamipun senantiasa berkoordinasi dan berdiskusi dengan Disperindag,” ujarnya. 

Wantimpres Presiden Jokowi Resmi Dilantik, Ada Nama Mantan Menteri dan Mantan Gubernur

KFC Coffee Hadir di Batam, Tawarkan Aneka Sajian Kopi Andalan

Awan berharap kegiatan yang dilakukan oleh Disperindag tersebut hendaknya bersifat kontinyu atau berkelanjutan. 

Jika pangkalan atau agen terbukti dengan sengaja melakukan pelanggaran dalam kasus tersebut, Awan mengatakan Pertamina tentu akan memberikan sanksi. 

“Bisa berupa skorsing, pemotongan alokasi, pemutusan hubungan usaha, atau lainnya,” katanya. 

Namun, untuk pengecer yang turut memperjualbelikan gas elpiji 3 kg, Pertamina tidak bisa menjangkaunya. 

“Kalau pengecer ya tidak bisa dong. Kami tidak bisa menjangkau sampai kesana,” ucapnya.

Disperindag Batam Amankan 540 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Dari Pengecer

Sebelumnya, tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam berhasil mengamankan sebanyak 540 tabung gas elpiji subsidi 3 kilogram di wilayah Batam Center, Batam, Kepri.

Ratusan tabung elpiji 3 kg ini ditahan dari sejumlah pengecer.

Padahal saat ini pendistribusian tabung gas elpiji 3 kilogram harus melalui pangkalan.

"Padahal yang boleh menjual tabung gas tersebut merupakan pihak pangkalan," ujar Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau sembari menunjukkan ratusan tabung yang ditahan, Kamis (12/12/2019).

Diakuinya jumlah 540 tabung ini hanya di wilayah Kecamatan Batam Kota saja. Belum lagi kecamatan lainnya.

 Isu Kelangkaan Gas Elpiji, Komisi II DPRD Kota Batam Panggil Disperindag dan Pertamina

Seharusnya, skema penjualan gas elpiji 3 kg, dari agen kemudian ke pangkalan. Lalu didistribusikan kepada masyarakat.

Pantauan Tribun, 540 tabung gas elpiji 3 kilogram ini ditahan di UPTD Metrologi Batam Center.

Ironisnya lagi, pengecer tersebut menjual gas melon itu diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Terkadang sampai Rp 23 ribu pertabungnya. Padahal harga HET Rp 18 ribu.

"Kondisi ini merugikan masyarakat," katanya.

 Wali Kota Batam Rudi Disindir Politisi, Gegara Gelar Operasi Pasar Gas Elpiji 3 Kg

 

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved