PILGUB KEPRI

PILKADA KEPRI, Pasangan Soerya-Isdianto Berpotensi Pisah, Ini Alasannya

Secara aturan tidak bisa seorang gubernur mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur. Sementara posisi Isdianto saat ini Plt Gubernur Kepri

PILKADA KEPRI, Pasangan Soerya-Isdianto Berpotensi Pisah, Ini Alasannya
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Soerya Respationo dan Isdianto berdampingan saat mengembalikan formulir penjaringan ke kantor DPD Partai Hanura Provinsi Kepri. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) Kepri tahun 2020, sejumlah nama bakal calon (balon) Gubernur sudah bermunculan.

Bahkan, ada balon yang sudah menggadang-gadang siapa calon wakilnya. Seperti balon Gubernur Kepri Soerya Respationo.

Soerya digadang-gadang, akan berpasangan dengan Plt Gubernur Kepri Isdianto. Pasangan Soerya Respationo-Isdianto bukan rahasia lagi.

Bahkan pada beberapa kesempatan, balon pasangan ini sudah mendaftarkan diri ke beberapa partai politik alias parpol.

Sementara itu, di sisi lain muncul pertanyaan terkait status Isdianto saat ini. Diketahui Isdianto menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri.

SK Bernomor 121.21/6344/Sekjen itu ditandatangani Mendagri. Surat dikeluarkan pada 12 juli 2019 tentang Penugasan Wakil Gubernur Kepri Isdianto selaku pelaksana tugas Gubernur Kepri.

Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Terungkap, Ini Curhat Pelaku

KECELAKAAN DI BINTAN - Mobil Box Terobos Mini Market 212 Mart di Kijang, Sopir Diduga Mengantuk

Dia menggantikan Gubernur Kepri Non Aktif Nurdin Basirun yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Juli 2019 lalu.

Kini, posisi Nurdin Basirun berstatus terdakwa, dan masih menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan nomor perkara 106/Pid.Sus-TPK/2019/PN Jkt.Pst.

Jika dilihat dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, jadwal sidang per Kamis 19 Desember 3019 sudah memasuki pemeriksaan saksi oleh jaksa penuntut umum atau JPU.

Dalam alur sidang pidana tersisa pemeriksaan keterangan ahli, surat, keterangan terdakwa, tuntutan JPU, pledoi, replik, duplik, musyawarah majelis hakim dan terakhir putusan. Persidangan diperkirakan akan putus antara Februari-Maret 2020 mendatang.

Halaman
1234
Penulis: Leo Halawa
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved