HEADLINE TRIBUN BATAM

Negara Rugi Rp 13,7 Triliun, Disinyalir Ada Korupsi Raksasa di Asuransi Jiwasraya

Kejaksaan Agung menemukan tindak pidana korupsi terkait kegagalan bayar atau default polis asuransi di perusahaan asuransi Jiwasraya.

Negara Rugi Rp 13,7 Triliun, Disinyalir Ada Korupsi Raksasa di Asuransi Jiwasraya
wahyu indri yatno
halaman 01 TB 

Negara Rugi Rp 13,7 Triliun, Disinyalir Ada Korupsi Rakasasa di Asuransi Jiwasraya

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Satu lagi tumor ganas yang menggerogoti Badan Usaha Milik Negara yang akan menjadi perhatian serius oleh menteri BUMN Erick Thohir. Yakni, Asuransi Jiwasraya.

Kejaksaan Agung menemukan tindak pidana korupsi terkait kegagalan bayar atau default polis asuransi di perusahaan asuransi tertua tersebut. Tidak tanggung-tanggung, potensi kerugian negara mencapai Rp13,7 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (18/12) sore. Burhanuddin menyatakan, terdapat tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh Jiwasraya.

Berdasarkan hasil penyidikan oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, terdapat 13 grup dan 13 perusahaan yang melanggar prinsip tatakelola perusahaan yang baik. Akibat pelanggaran tersebut muncul potensi kerugian.

Incar Klaim Asuransi Rp 37,7 Miliar, Pria Ini Berkomplot Palsukan Kematian Ibu Kandung

Beli Saham
Burhanuddin menyebut, perusahaan pelat merah itu itu melanggar prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi.

Perusahaan itu mengucurkan dana masyarakat yang dihimpunnya untuk aset-aset berisiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi.

Jiwasraya menggunakan 22,4 persen keuangannya atau senilai Rp 5,7 triliun untuk membeli saham.

Namun hanya lima persen dana di perusahaan yang berkinerja baik. Sedangkan 95 persen dana ditempatkan di saham yang berkinerja buruk.

Pelanggaran kedua adalah, penempatan rekasadana sebanyak 59,1 persen senilai Rp 14,9 triliun. Celakanya, hanya dua persen reksadana dikelola oleh manajer investasi Indonesia yang berkinerja baik, sedangkan 98 persen reksadana dikelola oleh manajer investasi berkinerja buruk.

"Akibatnya, PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sampai bulan Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 triliun. Ini perkiraan awal dan diduga akan lebih dari itu," ujar Burhanuddin.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved