Sabtu, 9 Mei 2026

HEADLINE TRIBUN BATAM

Trump Maki-maki Ketua DPR, Kirim Surat Kemarahan 6 Halaman

DPR atau House Representative Amerika Serikat akhirnya memukulkan palu hukuman kepada Presiden AS Donald Trump, Rabu (18/12/2019) malam atau Kamis WIB

Tayang:
wahyu indri yatno
halaman 01 TB 

Presiden Donald Trump menyebut Demokrat telah melakukan bunuh diri politik.

Trump juga meminta para pendukungnya untuk tidak memilih Pelosi kembali, "Orang Amerika akan muncul dalam jumlah puluhan juta tahun depan untuk 'menendang' Pelosi dari jabatannya," kata Trump di depan pendukungnya di Michigan.

Saat palu pemakzulan diketuk oleh Ketua DPR Nancy Pelosi, Trump sedang berbicara kepada para pendukung di sebuah rapat umum di Michigan.

Trump mengatakan kepada pendukungnya bahwa Demokrat ‘dipenuhi kebencian dan telah 'mencap diri mereka sendiri dengan rasa malu yang abadi'.

Trump juga menyebutkan Pelosi sebagai orang gila. Pertemuan yang awalnya untuk merayakan Natal bersama itu berubah menjadi kemarahan besar Trump dan para pendukungnya.

"Demokrat menyatakan kebencian dan penghinaan mereka yang mendalam terhadap pemilih Amerika," katanya.

Pelosi mengatakan, dia bisa menunda persidangan sampai prosedur keadilan disepakati setelah terjadi perdebatan 10 jam dengan pemimpin Senat Mitch McConnell.

Namun, anggota DPR mendesak agar Pelosi tetap melakukan voting.

Merry Impeachmas

Trump membual akan membidik musuh-musuh utamanya, termasuk Joe Biden dan Hillary Clinton.

Namun, Trump juga memicu kemarahan setelah mengatakan bahwa mantan anggota Kongres John Dingell yang sudah meninggal dunia telah di neraka. Hal itu karena jandanya, Debbie Dingell memilih pemakzulan.

Banyak warga AS yang mengecam pernyataan Trump tersebut, termasuk sejumlah selebriti AS, termasuk penyanyi John Legend. Sekretaris pers Gedung Putih Stephanie Grisham juga terlibat perdebatan dengan netizen setelah marah terhadap sebuah tweet seorang reporter Washington Post yang menulis “Merry Impeachmas”.

Komisi Yudisial DPR AS sempat mengundang Trump maupun kuasa hukumnya untuk menghadiri sidang. Namun Trump tidak memenuhi undangan tersebut.

Pasalnya, bukti percakapan Trump dengan Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina terpilih pada 25 Juli lalu, untuk menyelidiki bisnis putra Joe Biden, Hunter, di negara itu, diakuinya beberapa hari setelah percakapan itu bocor.

Bahkan Trump juga mengaku meminta bantuan China untuk menyelidiki bisnis Joe Biden di negara itu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved