HEADLINE TRIBUN BATAM
Bus Tenggelam, Seluruh Penumpang Terjebak, Bus PO Sriwijaya Masuk Jurang, 34 Tewas
Sebanyak 34 orang meninggal dunia dalam kecelakaan maut bus PO Sriwijaya tujuan Bengkulu-Palembang di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Berdasarkan pemeriksaan tim forensik, seluruh korban yang tewas dalam kecelakaan bus Sriwijaya akibat terkurung dalam badan mobil.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid dokes) Polda Sumatera Selatan Kombes Pol dr Syamsul Bahar menjelaskan dari pemeriksaan seluruh jenazah, semuanya mengalami trauma akibat jatuh ke jurang.
Para korban juga banyak meminum air sungai karena terjebak dalam mobil.
"Mereka terminum air akibat terkurung dalam mobil. Sebagian besar korban meninggal karena mengalami trauma setelah terjtuh ke jurang," kata Syamsul.
Aparat Polres Pagaralam, Sumatera Selatan menemukan banyaknya penumpang gelap diangkut oleh bus Sriwijaya. Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara mengatakan, bus dengan pelat nomor BD 6031AU tersebut awalnya berangkat dari Bengkulu dengan membawa sebanyak 27 penumpang.
Namun di tengah jalan menuju Palembang, Fery sebagai sopir bus diduga mengangkut penumpang lain hingga berjumlah 37 penumpang.
"Berdasarkan laporan dari pool bus, mereka cuma membawa 27 penumpang. Sisanya banyak penumpang gelap," kata Dolly.
Karena banyak penumpang gelap, proses identifikasi korban pun menjadi sulit. Polisi tidak bisa menemukan identitas penumpang tersebut.
"Baru 13 yang bisa diidentifikasi korban yang selamat, sisanya masih dalam proses,” ujar Kapolres.
SIM Sopir Mati
Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono menyebutkan bahwa surat izin mengemudi (SIM) sopir bus PO Sriwijaya bernama Ferri sudah mati sejak tahun 2010. Sementara izin operasi bus sudah 20 tahun.
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat Kemenhub, Ahmad Yani, mengatakan masa operasi bus yang mengalami kecelakaan di Pagar Alam, Sumatra Selatan itu hanya sampai 16 Oktober 2019. Ahmad bakal menindak tegas PO Sriwijaya Pratama Express karena melakukan pelanggaran.
"Tentu sanksi dari kami tegas, bisa berupa pencabutan izin operasi perusahaan. Ini akan kita proses," ujar Ahmad.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya telah menugaskan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat serta meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menginvestigasi kecelakaan bus Sriwijaya yang menewaskan 34 orang di Pagar Alam, Sumatera Selatan.
"Kami sudah melakukan upaya intensif dengan menugaskan beberapa pihak dari dirjen darat terutama dari KNKT," ujar Budi Karya di Kediaman Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan Jalan Widya Chandra, Jakarta. (Tribun Network/fik/ria/kps/wan/wen/wly)