BATAM TERKINI
Dua Pria Diamankan, Bakamla RI Gagalkan Pengiriman 75 Ton Arang di Perairan Batam
Bakamla RI mengamankan dua pria, atas pengiriman tiga unit kontainer bermuatan arang bakau yang akan dikirim ke Singapura dan China.
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Tiga kontainer berisi arang itu diamankan karena diduga tanpa dokumen yang jelas atau ilegal.
Bahkan Irawan membeberkan bahwa pengiriman barang Arang bakau dari Batam diperkirakan mencapai 1.000 ton dalam satu bulan.
"Memang sebenarnya nilai Arang Bakau tidak terlalu besar, namun dampaknya itu, sebab pembuatan arang merupakan dari hutan pohon bakau. Coba bayangkan jika hutan Bakau Mangrove kita ditebang terus menerus, apa dampak yang akan kita rasakan?," sebutnya.
Pembuatan arang itu akan membahayakan alam di Batam.
"Imbasnya terhadap lingkungan kita akan terjadi abrasi, dan kehidupan biota laut kita juga akan terancam," jelasnya.
Apalagi belum lama ini, Presiden melalui Kementerian Lingkungan Hidup sudah menjadikan Batam sebagai kawasan konservasi mangrove.
"Kalau ini dibiarkan habis mangrove kita," katanya. (Tribunbatam.id/bereslumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/27122019penyelundupan-arang-dapur.jpg)