Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Harga Rokok di Anambas Naik, Pedagang Sebut Pembeli Rokok Masih Stabil  

Seorang karyawan di salah satu warung di Anambas mengatakan, kenaikan harga rokok sudah terjadi sejak seminggu lalu.

TRIBUNBATAM.ID/RAHMA TIKA
Warung rokok Amco di Pasar Tarempa, jalan Hang Tuah, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Sah, harga rokok di seluruh Indonesia resmi naik 35 persen awal Januari 2020. Tentunya hal ini membuat galau para penikmat rokok aktif.

Tak tanggung-tanggung harga rokok perbungkusnya mencapai Rp 30 ribu. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 152/PMK.010/2019, Tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

Kenaikan harga rokok ini mempengaruhi para penikmat rokok untuk mengurangi porsi rokok yang dikonsumsinya.






Seperti yang terjadi di warung rokok Amco yang berada di Pasar Tarempa, jalan Hang Tuah, Kecamatan Siantan.

Seorang karyawan mengatakan, kenaikan harga rokok sudah terjadi sejak seminggu lalu. 

"Sudah naik seminggu yang lalu kak. Ya awalnya pembeli ada yang kaget, cuma kita jelasin dari sananya sudah naik. Ya kan bukan di sini saja, malahan se Indonesia naiknya," ujar karyawan di warung Amco, Andi kepada tribunbatam.id, pada Kamis (2/1/2020).

Himelaya dan Jajaran Polres Kepulauan Anambas Gelar Aksi Bersih Pantai di Awal Tahun Baru

Cerita 3 Oknum Pendekar Aniaya Anggota TNI hingga Babak Belur, Kini Menyesal & Ungkap Soal Ini

Ia melanjutkan, kenaikan harga rokok eceran berkisar dari Rp 3 ribuan hingga Rp 5 ribuan per bungkusnya.

"Yang paling mahal itu Marlboro merah. Harganya dari Rp 28 ribu sekarang naik jadi Rp 30 ribu. Kalau yang drastis itu rokok Magnum. Tadinya Rp 20 ribu sekarang malah naik jadi Rp 25 ribu," jelasnya.

Meski harga rokok naik, menurut Andi, hingga saat ini para pembeli yang datang ke warungnya masih seperti biasa. Tidak terlihat menurun setelah kenaikan rokok diterapkan. 

Sementara itu, semua rokok yang dijual di warung Amco merupakan rokok yang terdaftar di Bea Cukai. Tidak ada rokok non cukai.

"Kalau rokok di sini bercukai semua kak. Karena kan sering razia juga, jadi kita memang kalau jual ngga mau yang tanpa cukai," bebernya.

Untuk rokok sendiri, pihaknya memperoleh dari distributor yang ada di Tarempa. 

(tribunbatam.id/ Rahma Tika)

Penulis: Rahma Tika
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved