Selasa, 7 April 2026

KARIMUN TERKINI

Stok di Agen Kosong, Warga Karimun Kesulitan Cari Masker

Sejumlah apotek dan toko obat di Kabupaten Karimun kehabisan stok masker akibat hebohnya wabah Virus Corona.

|
TribunBatam.id/ElhadifPutra
Seorang warga Karimun membeli masker di sebuah toko obat, Selasa (28/1/2020). Warga Karimun mulai kesulitan mencari masker di sjeumlah apotek dan toko obat. 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah apotek dan toko obat di Kabupaten Karimun kehabisan stok masker.

Hal ini diketahui dari penelusuran TribunBatam.id ke beberapa apotek dan toko obat di Pulau Karimun Besar.

Masker penutup mulut di Kabupaten Karimun langka.

"Stok di kami habis. Kawan-kawan yang lain juga habis. Mereka pada nanya barang (masker) sama saya," kata Riko, seorang pemilik toko obat di Kelurahan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Jumat (31/1/2020).

Riko menyebutkan agen tempatnya membeli masker juga sedang kehabisan stok.

"Agen pun saya tanya juga kehabisan stok," ujarnya.

Sulitnya mendapatkan masker juga disampaikan oleh seorang warga Karimun, Ferdi. Pria itu mengaku telah berkeliling ke sejumlah apotek di Pulau Karimun Besar.

"Sudah empat apotek yang saya tanya, tapi kosong semua," ujarnya.

Susahnya mendapatkan masker di Karimun diketahui sejak hebohnya kabar virus corona. Banyak warga yang membeli masker dengan jumlah yang banyak.

Apotek dan toko obat mendapat berkah dibalik kabar Corona yang membuat resah dunia Internasional, termasuk masyarakat Karimun, Provinsi.

Dalam beberapa hari ini penjualan masker serta sarung tangan di sejumlah apotekdan toko obat yang ada di Kabupaten Karimun meningkat.

Seorang pemilik toko obat di kawasan Sei Lakam, Kecamatan Karimun, Riko menurutkan, setiap harinya ia bisa menjual sebanyak 1.500 lembar atau 30 kotak masker.

Padahal sebelum menyebarnya kabar tentang virus corona, ia hanya mampu menjual sekitar belasan lembar saja setiap hari.

"Dalam dua tiga hari ini banyak yang beli masker. Ada yang beli per kotak. Yang beli satuan juga banyak. Sarung tangan juga banyak yang beli tapi lebih banyak masker," katanya saat diwawancarai TribunBatam.id, Selasa (28/1/2020).

Riko menduga banyak yang membeli masker untuk dibagi-bagikan kepada warga.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved