Jumat, 24 April 2026

KARIMUN TERKINI

Stok di Agen Kosong, Warga Karimun Kesulitan Cari Masker

Sejumlah apotek dan toko obat di Kabupaten Karimun kehabisan stok masker akibat hebohnya wabah Virus Corona.

|
TribunBatam.id/ElhadifPutra
Seorang warga Karimun membeli masker di sebuah toko obat, Selasa (28/1/2020). Warga Karimun mulai kesulitan mencari masker di sjeumlah apotek dan toko obat. 

Dua ruangan khusus dipersiapkan bila terdapat pasien terindikasi virus yang diketahui pertama kali muncul di Wuhan, China itu.

RSUD Muhammad Sani merupakan rumah sakit rujukan untuk pasien terpapar virus Corona di Karimun.

"Insya Allah kami siap. Jika ada yang terindikasi akan dirujuk ke RSUD," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Karimun, Rachmadi, Minggu (26/1/2020).

Turis China Borong Masker di Batam, Pulang Bawa Puluhan Kotak N95

Satu Warga Batam Suspect Virus Corona, Warga Batam Serbu Apotek dan Toko Cari Masker

Rachmadi menyebutkan ada dua ruangan yang disiapkan. Satu ruangan disiapkan untuk satu orang pasien.

Ruangan-ruangan itu merupakan ruangan yang pernah digunakan mengisolasi pasien virus Mers beberapa waktu lalu.

"RSUD sudah ada dua ruang khusus isolasi. Dimana ruangan itu sudah pernah dipakai untuk pasien terindikasi virus Mers," ungkapnya.

Rachmadi mengatakan, penanganan akan lebih difokuskan pada penguatan ketahanan tubuh pasien. Di antaranya pemberian makanan bergizi, cukup minum dan istirahat.

"Obat dari virus Corona itu sampai sekarang belum ada obatnya," ucap Rachmadi.

Ia menegaskan, meski sampai saat ini belum ditemukan adanya penderita virus Corona di Karimun. Namun antisipasi terus dilakukan hingga benar-benar dinyatakan aman.

"Kami tetap antisipasi sampai isu Corona ini benar-benar mereda," ujarnya.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Kota Batam, Provinsi Kepri menyiapkan ruang isolasi dan dua dokter spesialis.

Ini dilakukan untuk mengantisipasi bila ada pasien yang terindikasi virus Corona.

"Sebagai rumah sakit rujukan regional untuk Provinsi Kepri, kami siap memberikan pertolongan," kata humas RSUD Embung Fatimah, Nofi Minggu (26/1/2020).

Ruang isolasi dan dua dokter spesialis ini menurutnya dilakukan sesuai standar kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Nofi mengungkapkan, bila ada pasien yang terindikasi terpapar Virus Corona, pasien tersebut akan dirawat secara trpisah mulai dari pelayanan darurat sampai perawatannya.

Sampai saat ini kata Nofi, belum ada indikasi pasien yang terjangkit Virus Corona di RSUD Embung Fatimah.

"Penanganannya jelas khusus dan dirawat terpisah. Yang jelas standar pelayanan sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan," katanya.(TribunBatam.id/ElhadifPutra/Ian Sitanggang)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved