PENYELUNDUPAN MIRAS DARI BATAM

Pakai 7 Mesin, 'Kapal Hantu' Pernah Ejek Petugas, Selundupkan 12 Ribu Botol Miras dari Batam

Kapal penyelundup miras berjuluk 'kapal hantu' akhirnya takluk setelah beberapa kali lolos dari kejaran petugas. Selundupkan miras dari Batam.

Bak di film-film aksi, polisi terpaksa harus menembaki kapal ini dari helikopter yang tengah terbang mengejar mereka karena tembakan peringatan tak digubris.

Setelah dihentikan, kemudian kapal 'hantu' ini dibawa ke Dermaga Pos Polairud Sadai dan dipastikan membawa ribuan botol miras merk terkenal dari luar negeri.

Kapten kapal berinisial MN bersama tujuh ABK-nya diamankan.

"Benar ada penangkapan namun untuk jelasnya nanti pimpinan yang akan memberikan keterangan langsung," kata Wadir Polairud AKBP Irwan Deffi Nasution mewakili Dirpolairud Kombes Pol M Zainul ditemui di Dermaga Sadai Toboali Kabupaten Bangka Selatan

Berdasarkan keterangan kapten kapal, Mn, mereka bertolak pada dini hari membawa miras dari Batam dengan tujuan Lampung.

Muatan miras yang dibawa sebanyak 1.000 pack kardus berbagai merk terkenal dengan kadar alkohol tinggi.

"Kalau jumlah 1.000 kardus ada yang isi 6 botol ada yang 12," kata Mn. 

6. Miras Selundupan Bernilai Miliaran

Ribuan botol minuman keras (miras) dalam kemasan 1.000 pack yang diamankan Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung dipastikan bernilai miliaran rupiah.

Pasalnya, modal yang dikeluarkan menyelundupkan barang ilegal mencapai Rp 4 Miliar.

Setidaknya hal ini berdasarkan pengakuan Mn, kapten kapal tanpa nama yang kerap dijuluki kapal hantu tersebut.

Modal tersebut dihitung berdasarkan hitung-hitungan kasar untuk pembelian miras, bahan bakar kapal, dan logistik selama perjalanan.

"Sampai 4 miliar, Pak, modalnya," kata Mn ditemui di Dermaga Polairud Pelabuhan Sadai Bangka Selatan.

7. ABK Kapal Pernah Mengejek Upaya Pengejaran Petugas

Saat penangkapan kapal 'hantu' yang membawa miras bermerk terkenal asal luar negeri ini , Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung Kompol Ade Zamrah melepaskan tembakan ke arah kapal.  Penembakan ini dilakukan bukan tanpa alasan.

Tembakan dilepaskan, antara lain karena kapal berusaha kabur walaupun telah diberikan tembakan peringatan.

Selain itu, berdasarkan informasi awal yang dikantongi polisi, mereka yang berada di kapal 'hantu' ini juga diduga memiliki senjata api.

Setelah tembakan peringatan berulang kali, tembakan mengarah ke kapal dilakukan. Beberapa tembakan berhasil mengenai mesin kapal.

Hal ini membuat ABK kapal menyerah dan menantikan mesin kapal. Kompol Ade Zamrah pun bersama Iptu Asmadi turun dari helikopter ke kapal guna membekuk para tersangka.

Kapal pembawa miras yang diamankan polisi ini dijuluki oleh aparat di laut dengan julukan kapal 'hantu'.

Julukan tersebut diberikan karena kapal tanpa bodi atas terebut memiliki kecepatan tinggi dan diyakini melebih kecepatan kapal kapal patroli.

Kapal Hantu ini menggunakan tujuh unit mesin yang tiap unitnya berkekuatan 300 PK sehingga total tenaga mesin kapal "hantu" ini adalah 2.100 PK. 

Walaupun tak memiliki kabin, atas namun kapal ini memilki kabin bawah yang bisa menampung sekitar 15 orang.  Sehingga walaupun menerjang ombak atau badai penumpang tidak akan basah.

Hanya kapten kapal atau awak yang mengendalikan kapal yang posisinya berada di luar.

Hal ini juga disadari oleh Jajaran Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung sehingga mereka menggunakan helikopter guna memaksimalkan pengejaran.

Cerita kapal hantu ini dibenarkan oleh salah satu perwira Polairud yang ditemui di Pos Polairud Pelabuhan Sadai.

Bahkan para ABK kapal kerap mengolok aparat di tengah laut saat bertemu.

"Pernah satu ketika kita akan mencegat mereka bukannya berhenti mereka malah ngebut dan kita tidak bisa mengejar karena kalah kecepatan mereka malah melambaikan tangan, mengejek," kata si perwira sambil tersenyum mengingatnya.

8. Miras Selundupan dari Batam Tujuan Lampung

Diperkirakan minuman keras ilegal yang dibawa kapal 'hantu' ini berjumlah lebih dari 10.000 botol.

Hal ini berdasarkan keterangan kapten kapal bahwa mereka membawa 1.000 kotak dengan isi kotak 6 dan 12 botol.

"Belum tahu jumlah totalnya nanti akan kita hitung dan pastikan," kata AKBP Irwan Deffi Nasution

Kapten kapal ini, Mn menjelaskan bahwa mereka berangkat dari Batam pada dini hari tanpa berhenti.

Tujuan mereka adalah Lampung.

Rencananya, mereka akan menuju koordinat yang diberikan sebagain titik tempat mengantarkan barang.

"Tinggal ngikut kordinat di Lampung baru nanti muatan kita turunkan, dibawa pake mobil lewat darat," kata Mn.

Saat ini para ABK temasuk kapten kapal diamankan ke Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara kapal beserta muatan diamankan ke Dermaga Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung kawasan Anyir Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

9. Kapolda Bangka Belitung Akan Rilis Langsung Hasil Penangkapan 

Hingga Selasa (4/2/2020) malam, data resmi mengenai penangkapan kapal hantu pembawa ribuan botol miras oleh Ditpolairud Polda Kepulauan Bangka Belitung ini masih terus dikumpulkan oleh petugas.

Jajaran Ditpolairud masih perlu menghitung secara detail jumlah barang bukti dan data lain terkait penangakapan ini.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat dihubungi Selasa (4/2/2020) malam mengatakan, para tersangka dan barang bukti masih dalam perjalanan dari Sadai ke Dermaga Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung.

"Masih OTW (dalam perjalanan), belum bisa rilis," kata Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat

Hal serupa dikatakan Dir Polairud Kombes Pol M Zainul. Dia mengatakan bahwa pihaknya masih melengkapi data sebelum dilaporkan ke Kapolda.

"Masih kita kumpulkan dan lengkapi data terkait penangkapan dan kronologisnya nanti baru kita laporkan ke pak kapolda lengkap tapi informasi awal sudah kita laporkan ke beliau," kata Kombes Pol M Zainul.(bangkapos.com / Deddy Marjaya)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul 8 Deretan Fakta Terbaru Penangkapan 'Kapal Hantu' yang Seludupkan 12 Ribu Miras Luar Negeri

Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved