BATAM TERKINI

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lahan Milik Kock Meng di Tanjung Piayu Laut Batam Terbengkalai

Lahan Kock Meng di Tanjung Piayu Batam terbengkalai. Kock Meng divonis 1,5 tahun penjara

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Lahan Milik Kock Meng di Tanjung Piayu Laut Batam Terbengkalai
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Lahan Kock Meng di Tanjung Piayu Batam terbengkalai. Kock Meng divonis 1,5 tahun penjara 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Beberapa waktu lalu warga Batam dibuat heboh dengan keterlibatan seorang pengusaha dalam kasus suap penerbitan izin reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri non aktif, Nurdin Basirun.

Pengusaha itu bernama Kock Meng. Pria paruh baya yang dikenal sebagai 'bos pompong' di Nagoya, Kota Batam.

Dari hasil pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu, Kock Meng terbukti menyuap mantan orang nomor satu di Kepri itu melalui orang kepercayaannya dengan peran yang berbeda-beda.

Yaitu Abu Bakar (terdakwa lain) dan Johanes Kodrat (saksi) untuk penerbitan izin prinsip pemanfaatan ruang laut di Tanjung Piayu, Kota Batam.







Kabar terbaru, vonis pidana penjara selama satu tahun enam bulan dan denda sebesar Rp 100 juta subsider tiga bulan penjara pun telah diterima Kock Meng.

Akibatnya, lahan Kock Meng di Tanjung Piayu Batam terbengkalai. Seperti penuturan Ketua RT 001/RW 010, Rahman.

Kock Meng, Penyuap Gubernur Kepri Nonaktif Nurdin Basirun Divonis 1,5 Tahun Penjara

Uang Utangan Disita KPK, Nilwan Gadaikan Emas Keluarga, Ketakutan saat KPK OTT Nurdin Basirun

"Lahan dia (Kock Meng) terbengkalai begitu saja. Tidak ada yang menggarap atau yang peduli, karena lahannya bermasalah dengan hukum," kata Rahman kepada Tribun Batam, Rabu (12/2/2020).

Lanjutnya, walau lahan berukuran 50X85 meter persegi milik Kock Meng sendiri masuk dalam titik Kampung Tua Tanjung Piayu Laut, namun pemerintah tak ingin ambil risiko untuk mengeluarkan sertifikatnya.

"Beberapa waktu lalu pernah rapat di kantor Wali Kota Batam, katanya untuk lahan bermasalah sementara ditinggal dulu. Ada RKWB juga waktu itu," sambungnya.

Bahkan kata Rahman, lahan Kock Meng sendiri tak akan diukur Badan Pertahanan Nasional (BPN), Jumat (14/2/2020) nanti.

Halaman
1234
Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved