Jaksa Agung Buru Aliran Dana Korupsi Tersangka PT Asuransi Jiwasraya Hingga Miliaran Rupiah
Sebuah kafe elit di kawasan Gandaria Utara bernama Panhead, diduga merupakan milik tersangka Hary Prasetyo yang juga eks Direktur Keuangan Jiwasraya d
JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Kejaksaan Agung masih memburu dan menelusuri setiap aset kekayaan tersangka di PT Asuransi Jiwasraya.
Aset Miliaran Rupiah itu diduga mengalir ke sejumlah bisnis milik para tersangka.
Perburuan aset kekayaan para tersangka kasus PT Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terus berlanjut.
• FOTO FOTO Anggota Brimob Polda Kepri Tangkap 2 Pembantu Diduga Culik Anak Majikan
• Format Baru, PSSI Batam Optimis Liga 3 Regional Sumatra Buka Peluang Tim Sepak Bola Kepri
• Hari Kedua, Tim Disnaker dan Dinkes Kota Batam Cek Suhu Puluhan TKA Asal China di Tanjung Uncang
Sumber KONTAN bilang, sebuah kafe elit di kawasan Gandaria Utara bernama Panhead, diduga merupakan milik tersangka Hary Prasetyo yang juga eks Direktur Keuangan Jiwasraya dan Hendrisman Rahim, mantan Direktur Utama Jiwasraya.
Lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter dari Pondok Indah Mall. Panhead menempati bangunan berlantai tiga.
• Pertanda Adanya Aura Kegelapan di Hidup Anda, Simak Arti Mimpi Dikejar Singa Menurut Primbon Jawa
• Siapkan Dana Hingga Rp 1,5 Triliun, Ini Rencana Pengembangan Pelabuhan Kontainer Batu Ampar
• Setelah Panwascam, Bawaslu Buka Pendaftaran Panwaslu Kawal Tahapan Pilkada Anambas
Ditemani live music lagu-lagu rock era 90-an, pengunjung bisa melihat-lihat koleksi moge di kafe ini, sambil menanti pesanan makanan tiba.
Salah satu moge yang dipajang merupakan tipe Harley Davidson Fat Boy. Di Indonesia, harga motor tipe ini on the road (OTR) berkisar Rp 1 miliar.
Meski harga motor bekas tipe tersebut bisa diperoleh seharga Rp 400 juta-an.
Sekilas, Harley Davidson Fat Boy tersebut mirip dengan moge yang ditunggangi Hary Prasetyo, dalam sebuah foto yang sempat beredar di masyarakat.
Dari lantai satu, pengunjung bisa beranjak ke lantai tiga gedung Panhead yang menyajikan area rooftop.
Di area terbuka lantai tiga ini, suasananya juga sangat nyaman. Sedangkan di lantai dua, Panhead mempergunakannya untuk studio musik. Sebelumnya ada kafe, sekitar 3-4 tahun lalu gedung ini merupakan showroom moge.
Sumber KONTAN menyebutkan, investasi Panhead menyentuh angka Rp 100 miliar. Hal itu mengingat lokasinya berada di kawasan premium, dengan bangunan yang cukup luas.
KONTAN lantas mendapatkan nama PT Panhead Dapurkuliner Prima (PDP), sebagai pemilik dan pengelola Panhead.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal AHU Kementerian Hukum dan HAM, saham PDP dimiliki oleh Christian (direktur) sebanyak 10% dan PT Garuda Megah Prima (GMP) sejumlah 90%. Di PDP, Aris Boedihardjo bertindak sebagai komisaris.
Menelisik lebih jauh, pemegang saham GMP terdiri dari tiga pihak. Mereka adalah Christian (direktur) yang mengapit 10% saham, dan Hary Prasetyo (komisaris) dan Hendrisman Rahim (komisaris utama) masing-masing 45% saham.