BATAM TERKINI
Siapkan Dana Hingga Rp 1,5 Triliun, Ini Rencana Pengembangan Pelabuhan Kontainer Batu Ampar
Pengembangan pelabuhan Batu Ampar diprediksi menampung 2 juta TEUs dalam lima tahun kedepan dengan nilai investasi menembus Rp 1,5 Triliun.
BATAM,TRIBUNBATAM.id - Pengembangan pelabuhan Batu Ampar diprediksi menampung 2 juta TEUs dalam lima tahun kedepan.
Hal ini disampaikan perwakilan PT Pelindo II bersama mitranya dalam konsorsium PT Pelindo I dan Persero Batam saat menyampaikan grand design Pelabuhan Kontainer, Batu Ampar.
Direktur Utama PT. Pelindo II, Elvyn G. Masassya menjelaskan rencana pengembangan Pelabuhan Batu Ampar kedepannya. Pihaknya menyiapkan grand design pengembangan Batu Ampar, dengan nilai investasi, Rp 400 miliar sampai Rp 1,5 triliun
Nilai investasi itu disiapkan untuk pengembangan kapasitas Pelabuhan Batu Ampar, dari sekitar 350 ribu TEUs menjadi 2 juta TEUs dalam lima tahun kedepan.
Pengembangan pelabuhan disiapkan mulai 2020 ini, untuk menjadi pelabuhan dengan full automatic.
Selain pengelolaan, pihaknya akan meningkatkan kualitas peralatan atau infrastruktur.
Revitalisasi untuk perbaikan infrastruktur dan memperdalam kedalaman kolamnya dari yang saat ini 4 sampai 10 meter, hingga menjadi menjadi 12 meter, sehingga kapal besar masuk.
"Itu yang kami lakukan dengan revitalisasi Batu Ampar. Kami memperdalam, sehingga kapal besar bisa masuk," katanya.
Diingatkan, kehadiran mereka bersama BP Batam, untuk mewujudkan Batam sebagai logistic centre.
"Kerja sama ini didasarkan atas permintaan pemerintah. Jadi bukan dalam konteks persaingan. Tapi untuk menjalankan arahan pemerintah," jelasnya.
Mereka mengambil peran di Batu Ampar, untuk melakukan revitalisasi dan meningkatkan daya saing. Kemudian, turut serta dalam memberikan efek dengan peningkatan kualitas pelayanan. Dijanjikan, mereka akan menjaga pelaku usaha bongkar muat di Batu Ampar.
"Tentu kami akan melihat kondisi yang eksisting, sudah ada kegiatan di pelabuhan di selatan. Itu tidak kita ganggu," tegas dia.
Evlyn mengatakan, pihaknya bersama BP, akan melakukan standarisasi dari terminal. Sehingga peralatan lebih baik dan merapikan penumpukan kontainer.
"Ini peningkatan pelayanan, sehingga bongkar muat lebih mudah," beber dia.
Untuk mewujudkan itu, mereka menyiapkan tiga langkah. Dimana, Fase pertama, revitalisasi membuat standard minimum. Ada terminal dan akan menempatkan sistem automatic. Kemudian fase kedua, untuk melakukan peningkatan.