SEKOLAH SULTAN AGUNG TERBAKAR
Diduga dari Karpet Sintesis, Ini Kata Kapolsek Batam Kota Soal Kebakaran di Sekolah Sultan Agung
Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchi masih melakukan penyelidikan soal penyebab kebakaran di Sekolah Sultan Agung Batam.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kebakaran terjadi di Sekolah Sultan Agung Batam, Kamis (13/2/2020) siang sekitar pukul 12:15 Wib.
Kebakaran membuat sekolah itu menjadi ramai, para siswa berhamburan keluar dari ruang kelasnya.
Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchi yang berada di lokasi kejadian mengatakan, untuk memadamkan gudang yang terbakar, ada sekitar 4 mobil damkar, satu Watercanon dan satu mobil tangki untuk memadamkan api tersebut.
Sedangkan untuk korban jiwa, menurut Octane tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran gudang sekolah yang berada di lantai 3 itu.
"Anak murid di sekolah sudah dievakuasi ke lapangan terbuka saat kebakaran," ujarnya di lokasi kejadian.
Untuk penyebab kebakaran sendiri, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
• BP Batam Perkuat Hubungan Ekonomi dengan Taiwan, Tarik Investor Masuk Batam
• Gerebek Lokasi 2 Terduga Pelaku Penculikan, Polisi Temukan Tempat Penampungan TKI Ilegal di Sagulung
"Untuk pemeriksaan sementara, api dari karpet sintetis yang ada dalam gudang tersebut," ujarnya.
Api yang melahap gudang sekolah tersebut bertahan kurang lebih 20 menit. Petugas kebakaran dibantu pihak lainnya berhasil memadamkan api.
Pasang Garis Polisi
Jajaran Polresta Barelang dan Polsek Batam Kota memasang garis polisi di lokasi kebakaran, lantai tiga Sekolah Sultan Agung Batam, Kamis (13/2/2020) siang.
Tampak Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchi di lokasi dan beberapa personel kepolisian lainnya. Hanya saja, Restia belum memberikan keterangan kepada awak media. Terkait penyebab kebakaran.
Pantauan wartawan, di lokasi kejadian, terdapat beberapa material bangunan. Dan terdapat juga kursi plastik. Sementara langit-langit gudang yang belum difungsikan optimal itu hitam. Lantaran kabut asap pasca kejadian.
Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Hanya saja, anak-anak sekolah dan civitas akademik sekolah tersebut masih kaget dengan insiden itu. Mereka panik.
Bu De pemilik warung sebelah sekolah mengatakan, awalnya mereka kaget melihat kabut asap saat kejadian.
"Tadi masih aman-aman saja. Tapi tiba-tiba asap semakin banyak. Terjadi kehebohan di dalam sekolah. Anak sekolah dan guru-guru pada keluar dan berteriak kebakaran-kebakaran! Kami pun keluar. Awalnya disiram pakai air," ujarnya.
Namun api semakin meluas. Tak lama kemudian, pemadam datang untuk menjinakkan si jago merah. Beruntung dalam gudang tidak ada material yang mudah terbakar.
"Yang ada kan batako di atas itu. Makanya apinya lambat," ujar seorang saksi mata lainnya.
Baru Diresmikan
Suasana di Sekolah Sultan Agung Batam mendadak heboh dan ramai, Kamis (13/2/2020) siang.
Para siswa-siswi yang sedang mengikuti proses belajar mengajar berlarian Keluar Ruangan kelas mereka.
Para siswa tersebut lari berhamburan keluar dari ruang kelas dikarenakan kebakaran yang terjadi di gudang yang berada di lantai 3 gedung utama sekolah tersebut.
Direktur yayasan Sultan Agung Batam Yuli mengatakan, sumber api berasal dari gudang sekolah tersebut.
Ia menuturkan ruangan gudang tersebut baru diresmikan pada September 2019 lalu.
"Pas api menyala, murid masih belajar di ruang masing-masing," ujarnya.
Dari pantauan Tribun di lokasi kejadian, akibat kebakaran itu beberapa karpet rumput sintetis di sekolah juga ikut hangus terbakar, ada juga beberapa kursi plastik dilahap si jago merah.
Selain barang tersebut terlihat juga tumpukan jaring hitam yang sudah hangus terbakar.
Dari informasi yang dihimpun Tribun Batam, lantai satu gedung utama sekolah itu digunakan untuk ruang belajar SD, sedangkan lantai dua digunakan untuk ruang belajar SMP.
Sementara lantai tiga ruangan yang berdekatan dengan gudang yang terbakar, digunakan untuk ruang belajar SMK penerbangan milik yayasan tersebut.
Sempat Dikira Bel Istirahat
Api mulai berkobar di gudang lantai 3 Sekolah Sultan Agung Batam pada Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 12:15 Wib.
Setidaknya ada 4 mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil tangki air dan Satu unit watercanon dari Polda Kepri dikerahkan untuk memadamkan api.
Menurut salah seorang saksi yang berada di lokasi kejadian, kurang lebih 20 menit petugas pemadam kebakaran berjibaku dan memadamkan api tersebut.
Sementara itu, seorang murid SD Sultan Agung menceritakan ketika kebakaran terjadi bel di sekolahnya sempat berbunyi. Awalnya ia menyangka itu bel istirahat.
"Kami kira bel istirahat," ujarnya.
Dari gurunya diketahui, bel yang berbunyi itu merupakan bel peringatan untuk evakuasi agar keluar ruangan karena ada kebakaran di lantai 3 gedung utama.
"Rupanya yang berbunyi itu bel kebakaran di lantai 3. Kami lagi belajar di lantai satu," ujarnya.
Mereka pun berlari keluar ruangan akibat kebakaran tersebut.
Siswa Dipulangkan Lebih Cepat
Dampak kebakaran di lantai tiga Sekolah Sultan Agung Batam, siswa sekolah tersebut terpaksa dipulangkan lebih cepat.
Menurut Rahel, keluarga salah satu siswa di sana mengatakan, ia sengaja datang ke sekolah untuk menjemput keponakannya.
"Tadi dihubungi sama kakak. Katanya ada kebakaran. Anak kakak kan sekolah di sini. Makanya saya buru-buru. Sepertinya sekolah diliburkan tadi paska kebakaran. Tapi sempat belajar kok. Karena kebakaran jam 12 lewat," ujarnya, Kamis (13/2/2020) siang.
Menurut pantauan wartawan, beberapa guru dan ratusan siswa, kocar-kacir atas insiden itu.
Lokasi kebakaran di sekolah yang berada di Taman Raya Tahap 1, Jalan Raja M. Saleh, Belian, Batam Kota, Batam, Kepri atau Botania satu, masih mengeluarkan hawa panas.
"Tapi apinya sudah dipadamkan. Ini hanya hawa panas saja. Namanya api besar," kata seorang polisi yang berjaga-jaga.
Hingga saat ini, polisi belum memberikan statement terkait penyebab insiden.
Begitu juga pihak sekolah juga memilih tidak berkomentar pada media.
"Pimpinan sudah keluar bang. Untuk ini kami tak bisa berkomentar," ucapnya seorang guru.
(tribunbatam.id/alamudin/leo halawa)