KASUS PENCULIKAN

Gerebek Lokasi 2 Terduga Pelaku Penculikan, Polisi Temukan Tempat Penampungan TKI Ilegal di Sagulung

Dalam penggerebekan, penyidik tidak hanya meringkus 2 terduga penculikan anak. Mereka juga menemukan tempat penampungan TKI ilegal di Sagulung.

TribunBatam.id/Alamudin Hamapu
Penyidik Polda Kepri saat konferensi pers terkait dugaan penculikan dan penampungan TKI ilegal di Mapolda Kepri, Kamis (13/2/2020). 

BATAM,TRIBUNBATAM.id - Wakil Komandan Satuan Brimob Polda Kepri, AKBP Dwi Yanto mengatakan, dua terduga pelaku penculikan berinisial Pm (19) dan Md (20) diringkus berdasarkan hasil koordinasi dengan Polresta Jakarta Utara.

Dalam penggerebekan di sebuah kawasan di Kecamatan Sagulung, Kota Batam Rabu (12/2/2020) kemarin, pihaknya menemukan 9 orang di tempat tersebut, dimana 5 orang di antaranya merupakan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal.

"Dari penggerebekan, kami juga menangkap pengurus para calon TKi ilegal berinisial Eb," ujarnya saat ekspos di Mapolda Kepri, Kamis (13/2/2020).

Anggota Brimob Polda Kepri juga mengamankan anak yang diduga menjadi korban penculikan itu. Dalam kesempatan Kasubbid Penmas Humas Polda Kepri, AKBP Priyo Prayitno mengimbau agar masyarakat yang mendapati tempatnya terdapat perekrutan TKI yang mencurigakan agar berkordinasi dengan pihak terkait.

"Apabila di lingkungan di tempat tinggal ada perekrutan TKI yang dipekerjakan secara ilegal, maka diharapkan berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti babinkamtibmas, babinsa dan pihak atau Polsek Polresta lainnya," ucapnya.

Seperti diketahui pada Rabu (12/2/2020) Polda Kepri juga melakukan Ekspose kasus 142 TKI atau PMI Ilegal yang akan diberangkatkan keluar Negri.

Bantah Lakukan Penculikan Anak

Satu dari dua orang pelaku yang diduga menculik anak majikan, Paulinina Malo membantah menculik Vn (13).

Ditemui di Mako Brimob Polda Kepri, wanita 19 tahun ini mengatakan kalau Vn yang membantunya kabur dari rumah majikannya di Jakarta Utara.

Lina, biasa ia disapa mengaku tertekan selama berada di rumah majikannya.

"Saat kabur itu, awalnya kami lihat pintu terbuka. Jadi kami mau lari. Datang Vn dia bilang mau kemana," kata Lina kepada TribunBatam.id, Rabu (12/2/2020).

Lina menceritakan saat mereka hendak keluar Vn ikut bersama mereka.

"Dia malah yang bantu kami bawa jalan. Karena kami tidak tahu jalan," ungkapnya.

Dia mengatakan dari rumah majikannya mereka naik becak sampai ke kawasan Mangga Dua. Dari sana, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan bus Trans Jakarta sampai ke terminal. Hingga ke Surabaya menggunakan bus.

"Saya lupa nama terminalnya. Dari Surabaya kami hubungi kakak yang ada di Batam. Kakak ini yang menolong kami," ucapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved