Breaking News:

BATAM TERKINI

PEMBERLAKUAN PMK 199, Online Shop di Batam Menjerit, Karyawan di Ambang Gelombang PHK

Pembebanan pajak saat pengiriman terhadap barang seharga minimal 3 USD tersebut praktis memukul usaha online shop

Penulis: | Editor: Danang Setiawan
Shutterstock
Ilustrasi/ PEMBERLAKUAN PMK 199, Online Shop di Batam Menjerit, Karyawan di Ambang Gelombang PHK 

PEMBERLAKUAN PMK 199, Online Shop di Batam Menjerit, Karyawan di Ambang Gelombang PHK

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 199 menciptakan banyak polemik.

Salah satunya adalah pemutusan hubungan kerja ( PHK) karyawan online shop yang hampir gulung tikar karena tak mampu bersaing harga akibat pemberlakuan ini.

Seperti Yudi Zulfian (27), yang tadinya bekerja di online shop Anemone.

Online shop yang menjual barang tas dan sepatu ini, harus melakukan penyesuaian.

Ini dikarenakan pendapatan online shop ini tak lagi sama setelah PMK 199 diberlakukan.

Pembebanan pajak saat pengiriman terhadap barang seharga minimal 3 USD tersebut praktis memukul usaha online shop ini.

Harga barang di Anemoni sendiri berkisar antara Rp 50 ribu sampai Rp 150 ribu.

 Sejak PMK 199/2019 Berlaku, Pedagang Online di Batam Kalang Kabut, Stop Kirim Barang ke Luar

Jika tadinya pajak yang dikenakan hanya terhadap barang yang berharga di atas 75 USD, tentu tak berpengaruh pada online shop ini.

Setelah pemberlakuan PMK 199, online shop tempat Yudi bekerja pun harus menambahkan biaya pajak di dalam harga jual.

Yang itu membuat daya saing menjadi lemah lantaran harga yang lebih tinggi.

Yudi sudah bekerja di sana selama 3 tahun menjadi supir.

Dia biasanya bertugas mulai dari mengambil barang, sampai mengirimkan barang ke jasa ekspedisi.

Oleh karena pihak online shop memutuskan untuk melakukan penyesuaian jumlah karyawan, maka Yudi terpaksa harus dirumahkan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved