PETISI TERTIBKAN BIMBAR
BIMBAR Seruduk 4 Motor di Bukit Daeng Batam, DPRD Minta Walikota Evaluasi Kinerja Kadishub
Anggota DPRD Kota Batam Tohap Erikson Pasaribu, meminta Walikota Batam mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Perhubungan Batam.
Sejatinya kelayakan transportasi umum ini menyangkut ketertiban lalu lintas, dan masalah keselamatan. Sehingga Dishub Kota Batam harus bertindak tegas.
"Sebenarnya kita kasian juga, tapi kita harus menegakkan aturan yang ada. Kita harus cepat, karena udah sangat meresahkan apalagi sampai menimbulkan korban," tegas Rohaizat.
Sejauh ini pihaknya memang belum mendapatkan laporan secara tertulis mengenai kecelakaan angkutan umum yang tidak laik jalan tersebut.
Namun secara langsung laporan sudah sering didengar dari masyarakat Kota Batam.
"Sudah kami bahas di grup WA komisi 3 tadi. Intinya, kami berharap pihak yang berwajib menindak tegas supir Bimbarnya. Sewaktu RDP juga kami akan telusuri, apakah izin, uji kir sdh sesuai spa belum," tegasnya.
Warga Batam Bikin Petisi
Kecelakaan maut di Bukit Daeng Batam membuat warga Batam gerah.
Sebagai bentuk protes, warga Batam membuat petisi di change.org.
Hingga Selasa (18/2/2020) pagi, sudah 2477 orang meneken petisi berjudul Stop Naik Angkutan Ugal-Ugalan di Batam (BIMBAR).
Terbaru, kecelakaan maut di Bukit Daeng menewaskan calon pengantin bernama Sri Wahyuni.
Sedangkan temannya kritis.
Sri Wahyuni rencananya akan melangsungkan pernikahan dengan Arief Wijanarko pada Minggu (23/2/2020) di Magetan.
• Postingan Undangan Nikah Arief Banjir Ucapan Duka, Calon Istri Meninggal di Bukit Daeng Batam
• Tangisan Pilu Ayah Lihat Anaknya di Ruang Obeservasi Virus Corona, Ingin Peluk Tapi Tidak Bisa
Namun sehari jelang kepulangannya ke Magetan, Sri Wahyuni tewas dalam kecelakaan di Bukit Daeng.
Kecelakaan itu melibatkan angkutan Bimbar.
Polisi sudah menahan sopir Bimbar di Polresta Barelang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/17022020kecelakaan-di-bukit-daeng-batam.jpg)