Kamis, 30 April 2026

Dampak Virus Corona, Singapura Terancam Resesi, Dolar Singapura Nyaris ke Bawah Rp 9.800

Virus Corona memukul ekonomi Singapura. Nilai tukar dolar Singapura pun melemah, nyaris menembus ke bawah Rp 9.800.

Tayang:
Kolase foto Wartakotalive.com (youtube/Prime Minister's Office, Singapore/KOMPAS.com/ ERICSSEN)
PM Lee Hsion Loong mengimbau agar masyarakat Singapura tak perlu panik menghadapi virus corona, tak perlu borong sembako dan menyimpannya 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Virus Corona memukul ekonomi Singapura.

Kemungkinan resesi membayangi ekonomi Singapura.

Nilai tukar dolar Singapura pun melemah, nyaris menembus ke bawah Rp 9.800.

Dolar Singapura melemah 0,07% ke Rp 9.811,24/SG$, berada di dekat level terlemah sejak September 2017. Posisi mata uang Negeri Merlion ini membaik, berada di level Rp 9.840.31/SG$ atau menguat 0,22% di pasar spot, melansir data Refnitiv.

Menurut Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, dampak wabah virus corona terhadap ekonomi telah melebihi dampak Sars, atau sindrom pernafasan akut yang parah, pada tahun 2003.

"Saya tidak bisa mengatakan apakah kita akan mengalami resesi atau tidak. Itu mungkin, tapi pasti ekonomi kita akan terpukul," katanya kepada wartawan, Jumat (14 Februari) saat berkunjung ke Terminal 3 Bandara Changi seperti yang dikutip Straits Times.

Target Ekonomi Turun Akibat Virus Corona, Menteri Perdagangan Singapura Khawatir Hal Ini

Bahan Baku dari China Berkurang Akibat Corona, Pengusaha Batam Mulai Cari Pengganti Dari Eropa

Dampaknya, khususnya di beberapa kuartal mendatang, akan menjadi signifikan karena negara itu memerangi "wabah yang sangat hebat".

"Ini sudah jauh lebih banyak daripada Sars, dan ekonomi kawasan itu saling terkait. China, khususnya, terkena dampak yang jauh lebih besar di kawasan itu," tambahnya.

Mengutip Straits Times, Singapura terkena Sars pada Maret 2003. Butuh waktu lima bulan, hingga Juli tahun itu, untuk memberantas penyakit ini di Negeri Merlion tersebut.

"Itu, saya pikir, sangat cepat. Saya berharap tidak terlalu cepat kali ini," kata PM Lee.

Singapura berupaya mengatasi penyakit coronavirus, yang dikenal sebagai Covid-19, yang pertama kali dilaporkan di kota Wuhan di China pada Desember.

Jumlah kasus yang dikonfirmasi di Singapura telah meningkat terus - ada 58 sejauh ini, dengan setidaknya lima kelompok lokal.

Dampak Virus Corona Singapura Terancam Resesi, Pengusaha di Batam Khawatir

Industri pariwisata adalah salah satu sektor yang paling terpukul. Itu sebabnya, pemerintah Singapura bersiap-siap untuk mengalami penurunan tajam kedatangan wisatawan antara 25% dan 30% tahun ini.

Terkait hal itu, Bloomberg melaporkan, Singapura akan menggelontorkan anggaran besar pada minggu ini untuk mengimbangi kerusakan pada ekonomi akibat dari virus corona, di mana para analis memperkirakan defisit terbesar dalam hampir dua dekade.

Menurut estimasi bilai tengah (median) dalam survei ekonom Bloomberg, kesenjangan fiskal Singapura dapat melebar menjadi 1,5% dari produk domestik bruto pada tahun fiskal yang dimulai 1 April. Ini merupakan level tertinggi sejak defisit sebesar 1,7% yang dicatat pada tahun keuangan 2001.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved