Rabu, 8 April 2026

BATAM TERKINI

Dihantam Corona, Karyawan Terancam Kena PHK, Kepala BP Batam: Cari Pemasok Selain China

Karyawan sejumlah perusahaan di Batam yang mengandalkan bahan baku dari China terancam kena PHK karena tak ada bahan yang akan diolah.

wahyu indri yatno
Ilustrasi 

Dihantam Corona Karyawan Terancam Kena PHK, Walikota Batam: Cari Pemasok Bahan Baku Selain China

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dampak penyebaran virus corona di sejumlah negara membuat kondisi ekonomi di Batam lesu dalam sebulan terakhir.

Kelesuan ini terjadi pada 2 sektor, di antaranya bahan baku untuk industri dan sektor menurunnya jumlah kunjungan wisman ke Kota Batam.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi segera mengambil solusi untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi di Batam.

Pihaknya segera melalukan rapat dengan seluruh stakeholder dan berbagai pengusaha di Kantor BP Batam, Senin (2/3/2020) mendatang membahas terkait dengan lesunya ekonomi dalam sebulan ini dampak dari virus corona.

"Kita ambil keputusan Senin ini. Apa solusinya," ujar Rudi, Jumat (28/2/2020).

Rudi menilai demi keselamatan bersama, seharusnya para pelaku industri bisa mencari bahan baku dari negara lainnya.

Jadi tidak hanya bergantung pada negara China, walaupun di sana harga bahan baku lebih murah dengan negara lainnya.

Tenaga Ahli Mesin Terjebak Virus Corona di China, Perusahaan Rokok di Batam Tak Bisa Beroperasi

"Seharusnya perusahaan ini yang mencari sendiri. Karena selama ini hanya berkiblat ke China saja karena lebih murah. Ke depan kalau boleh tak rugi. Padahal bahan baku ini banyak dari wilayah lain. Tapi dari China yang murah," ujar Rudi.

Ia berjanji akan menyampaikan hal ini kepada pelaku usaha di Batam yang akan dikumpulkan.

Sehingga bahan baku untuk industri bisa berjalan sebagaimana mestinya.

"Besok akan saya sampaikan itu. Kita sama-sama tanggungjawab dengan negara ini. Kami hanya sebagai pemegang regulasi akan menegakkan itu. Tapi perlu diketahui menyelamatkan bangsa ini harus sama-sama. Karena mereka pelakunya kami regulasinya," sebutnya.

Sama halnya dengan merosotnya jumlah wisman dalam sektor pariwisata.

Pihaknya masih menunggu petunjuk teknis pembebasan pajak hotel, restoran dan hiburan dari Kementerian Keuangan.

Pihaknya sudah menerima terkait insentif, hanya saja belum disebutkan berapa jumlahnya untuk Kota Batam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved