Breaking News:

PDIP CABUT KTA ISDIANTO

Dinilai Kurang Jujur, Soerya Respationo Bakal Beri Buku Satunya Kata dan Perbuatan ke Isdianto

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI P, Soerya Respationo bakal memberi hadiah buku ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi
Ketua DPD PDIP Provinsi Kepri, Soerya Respationo menunjukkan buku Satunya Kata dan Perbuatan. Buku tersebut rencananya akan diserahkan ke Pelaksana Tugas (Plt) Provinsi Kepri, Isdianto. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI P, Soerya Respationo bakal memberi hadiah buku ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri, Isdianto.

Buku tersebut diserahkan terkait sikap Isdianto yang menurutnya belum jujur di Pilkada Kepri.

Soerya menyesalkan sikap Isdianto belum yang menurutnya belum transparan terkait sejarah dan perjuangan keduanya dalam melakukan pendaftaran ke sejumlah partai politik di Pilkada 2020.

Banyak kesan yang muncul bahwa Soerya Respationo tidak pernah mendaftarkan Isdianto ke DPP PDI Perjuangan maupun beberapa partai politik lainnya. Padahal pendaftaran keduanya ke partai politik menurutnya selalu dilakukan satu paket.

"Kami ini boleh dikatakan satu paket. Mulai dari mendaftar ke PDIP Perjuangan satu paket, ke Hanura hingga PKB, dan Isdianto hadir terus," ujarnya, Minggu (1/3/2020).

Selain itu juga, Soerya menyebutkan belum muncul kejujuran Isdianto untuk maju sebagai Kepri 1.

"Tapi sedikit yang saya sesalkan dia tidak mau mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi. Begitu juga keinginan untuk jangan ditinggalkan dalam pilkada 2020. Yang disampaikan ke beberapa pihak baik ke pihak internal PDIP Perjuangan baik di daerah maupun DPP maupun ke komponen masyarakat," ucapnya

Dari situ, menurutnya muncul istilah 'Kacang Lupa Kulit'.

Menurut Soerya, untuk menjadi seorang pemimpin, harus terbuka dan jujur menyampaikan apa adanya. Bahkan seorang pemimpin harus satu antara kata dan perbuatan.

"Saya akan lebih apresiasi lagi, kalau ngomong aja terus terang semuanya. Tapi yang belum dimunculkan oleh yang bersangkutan adalah sejarah bahwa dia yang menggebu-gebu dan meminta supaya jangan ditinggalkan dalam pilkada 2020 untuk mendampingi saya sebagai calon wakil Gubernur. Itu yang yang belum diomongin. Oleh karena itu, saya ingin menghadiakan Isdianto buku berjudul 'satunya kata dan perbuatan ke isdianto untuk dibaca," ungkapnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved