RAZIA DI KM 16 BINTAN
Dua Pengungsi Afganistan Terjaring Razia di Bintan, 'Motor Pinjam, STNK dan SIM Tak Ada'
Dua orang pengungsi asal Afganistan terjaring razia di Km 16, di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Bintan, Jalan Raya Tanjung Uban, Bintan
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Dua orang pengungsi asal Afganistan terjaring razia di Km 16, di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Bintan, Jalan Raya Tanjung Uban, Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya.
Menggunakan sepeda motor tipe sport, dua orang yang diketahui tinggal di sebuah resort di Bintan tidak bisa menunjukkan dokumen kendaraan saat polisi memberhentikannya.
"STNK, SIM tidak ada. Motor ini dipinjam," ucapnya kepada pihak kepolisian lalu lintas saat memeriksa kendaraannya, Selasa (3/3/2020).
Kabag Ops Satlantas Polres Bintan, Ipda Budi meminta kepada pengungsi Afganistan untuk menghubungi pemilik sepeda motor.
"Coba telepon pemilik motor yang kalian pinjam ini, suruh datang kemari supaya kami data. Ini sudah menyalahi aturan dan surat-suratnya tidak ada," ucap Budi.
Dalam razia kali ini, Satlantas Polres Bintan bertugas membantu Samsat UPT PPD Kijang untuk menjaring kendaraan bermotor yang menunggak membayar pajak.
"Kami hanya membantu saja. Walau demikian, jika ada pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm, SIM dan tidak memiliki surat-surat kendaraan kami tilang," ungkapnya.
Ulah Imigran Asing di Kepri
Jumlah imigran asing pencari suaka di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri mencapai 400 orang.
Mereka berada di bawah pengawasan Rudenim Kota Tanjungpinang dan ditampung di sejumlah tempat penampungan baik di Tanjungpinang maupun di daerah Bintan.
Awalnya kehadiran para imigran asing yang menunggu waktu untuk pindah ke negara ke tiga ini tidak mengganggu kenyamanan warga lokal.
Namun, belakangan ini ulah mereka malah meresahkan warga tempatan.
Karena itu, tidak jarang warga mengeluhkan keberadaan para imigran asing yang mulai menimbulkan kekhawatiran dan keresahan.
TRIBUNBATAM.id coba mengumpulkan fakta-fakta tentang para imigram asing pencari suaka ke negara ke tiga yang berdiam di Provinsi Kepri:
1. Pernah Unjuk Rasa Minta Kelonggaran Waktu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dua-warga-afganistan-terjaring-razia.jpg)