Jumat, 5 Juni 2026

RAZIA DI KM 16 BINTAN

Dua Pengungsi Afganistan Terjaring Razia di Bintan, 'Motor Pinjam, STNK dan SIM Tak Ada'

Dua orang pengungsi asal Afganistan terjaring razia di Km 16, di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Bintan, Jalan Raya Tanjung Uban, Bintan

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Polisi memeriksa kelengkapan dokumen kendaraan bermotor yang digunakan 2 warga Afganistan saat melintas di Km 16 Bintan, Selasa (3/3/2020). 

Pada 2018 silam, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Imigrasi di Rudenim Tanjungpinang Hendry K Darmawan menemui imigrasi asing yang melakukan unjuk rasa.

Para imigran asing ini menggelar unjuk rasa dengan mengusng berbagai macam aspirasi.

Misalnya, soal pelayanan hotel, kesehatan, pendidikan sampai lampu jalan hotel remang-remang pun diaspirasikan.

Khusus kepada Imigrasi, imigran ini menyampaikan tuntutan agar diberi lebih banyak kelonggaran waktu keluar masuk hotel yang jadi tempat tinggal sementara mereka saat ini.

"Kebetulan kami di Imigrasi terkait fungsi pengawasan imigran. Masalahnya sih yang mereka sampaikan ke kami salah satunya waktu keluar masuk hotel, jam berapa mereka bisa keluar masuk. Jadi intinya mereka minta kelonggaran waktu saja," kata Hendri.

Saat ini, Imigrasi hanya memberikan waktu para imigran asing ini untuk keluar hotel dari pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, Imigrasi menetapkan batas berada di luar hotel dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.

Namun karena ada permintaan bahwa pengungsi juga butuh jalan-jalan di pasar untuk belanja kebutuhan, maka jam keluar dilonggarkan ke pukul 06.00 WIB.

2. Berkeliaran Tak Menentu dan Resahkan Warga Lokal

Semenjak tuntutan terkait kelonggaran waktu keluar-masuk hotel dipenuhi, para imigran asing ini mulai kelihatan berkeliaran di mana-mana.

Bahkan mereka terlihat berjalan di pasar, tempat rekreasi umum bahkan belakangan mulai masuk ke kebun-kebun warga.

Pencari suaka yang ditampung di Hotel Bhadra Resort Kabupaten Bintan Provinsi Kepri masih sering berkeliaran.

Akibatnya, sejumlah petani kebun di Kelurahan Toapaya Asri, Kecamatan Toapaya, Bintan khawatir saat melakukan aktivitas di Kebun.

Viral Foto Bilik Asmara Untuk Pengungsi Ambon, Dirasa Penting Agar Pengungsi Tidak Semakin Stres

Imigran Afganistan Cari Wanita Untuk Dikencani, Nyaris Dimassa Saat Bertamu Kerumah Wanita Bersuami

Hal itu diakui oleh Ketua RW 005, Syahri saat sosialisasi dan dialog menciptakan kerukunan dan ketenteraman bersama di lingkungan masyarakat dan pengungsi di Bintan yang dilaksanakan di balai pertemuan Kantor Lurah Toapaya Asri, Senin (1/7/2019) lalu.

Syahri menceritakan, awalnya petani di Toapaya Asri berani mengolah lahannya mulai dari pagi sampai sore, bahkan ada yang sampai magrib di kebun.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved