RAZIA DI KM 16 BINTAN
Dua Pengungsi Afganistan Terjaring Razia di Bintan, 'Motor Pinjam, STNK dan SIM Tak Ada'
Dua orang pengungsi asal Afganistan terjaring razia di Km 16, di depan Kantor Bawaslu Kabupaten Bintan, Jalan Raya Tanjung Uban, Bintan
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Septyan Mulia Rohman
Dia menyampaikan, pihaknya menegaskan kepada pengungsi agar mematuhi ketentuan dan norma-norma yang berlaku di Indonesia terutama di Bintan.
Misalnya, mereka tidak boleh mengendarai sepeda motor, tidak berkeliaran hingga larut malam dan tidak bertandang ke rumah para janda dan wanita bersuami di sekitar pengungsian.
"Ya kalau kedapatan tentu kita akan tangkap dan kita isolasi di Rudenim," tegas Agung.
4. Berbuat Mesum dengan Janda
Dua pria berparas ganteng diamankan Satpol PP TanjungPinang. Keduanya adalah imigran asing pencari suaka asal Afganistan yang tinggal di penampungan eks hotel Hermes Jalan kawal Bintan.
Kedua imigran itu bernama Shakat dan Mustofa diamankan saat mesum bersama dua orang wanita di bawah Tugu Raja Fisabilillah Tepi Laut.
Setelah diusut, ternyata dua wanita berinisial AD dan SM yang dipacari imigran itu adalah para janda yang tinggal di Jalan Kemboja Tanjungpinang.
Kejadian itu diketahui setelah pihak Satpol PP Tanjungpinang melaksanakan kegiatan patroli rutin sekitar pukul 00.15 WIB Rabu (15/5/2019).
Keduanya terlihat oleh petugas tengah asik bercengkerama. Tidak butuh waktu lama petugas langsung menghampiri dua pasangan ini.
"Kita pada pukul 11.30 WIB Satpol PP Kota Tanjungpinang melaksanakan patroli rutin di sekitaran wilayah kota Tanjungpinang dengan tujuan untuk menjaga ketertiban wilayah kota Tanjungpinang.
Pada pukul 00.10 WIB kita melihat 2 pasangan berada di bawah Jembatan Lingkar Tugu Raja Fasabilillah Tepi Laut Kota Tanjungpinang," kata Dian Asmara Kasi Operasi Satpol PP TanjungPinang dikonfirmasi, Jumat (17/5/2019).
5. Nyaris Diamuk Massa
Seorang pengungsi asal Afganistan, Hodadat hampir diamuk massa lantaran bertandang di rumah wanita bersuami berinisial RM yang tinggal di RT 4/RW 1 Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Minggu (16/6/2019) sekitar pukul 03.00 WIB.
Dari informasi yang didapatkan TRIBUNBATAM.id di lapangan, pria yang tinggal di Hotel Bandra km 25 ini hampir diamuk oleh belasan warga sekitar.
Sebab, Hodadat suka bertandang ke rumah-rumah warga khususnya wanita untuk diajak berkecan.
"Hal ini bukan pertama kali. Warga selama ini sudah mencoba untuk bersabar, namun kali ini (warga) sudah kehabisan kesabaran,” ujar seorang warga yang tidak ingin namanya disebutkan.
Sementara itu, Kapolsek Gunung Kijang, AKP Dunot P Gurning saat dihubungi membenarkan kejadian tersebut.
Hanya saja dia masih belum mendapatkan laporan lengkap terkait kejadian itu.
"Iya benar ada, tetapi data-datanya masih diproses sama anggota. Kalau sudah ada nanti diberitahu, sabar ya," ucap Dunot P Gurning.
6. Pamer Alat Vital
Puluhan warga Kawal Kabupaten Bintan mendatangi Kantor Polsek Gunung Kijang, Selasa (19/2/2019) siang di Jalan Wisata Bahari.
Kedatangan mereka masih terkait dugaan tindakan asusila imigran asing pencari suakan yang tinggal di Hotel Bhadra Resort.
Berdasarkan informasi dari warga, imigran asing tersebut belum lama ini nekat bertindak tidak senonoh di Pantai Stress Kawal.
Dia memamerkan alat vitalnya kepada orang-orang yang sedang berada di pantai.
Saat pertemuan pihak Hotel Bhadra dengan warga di Polsek Gunung Kijang, terungkap bagaiamana awal mula kasus yang mengarah ke tindak dugaan asusila itu.
Dimas, seorang warga yang memergoki ulah imigran ini menceritakan, awalnya dia duduk di Pantai Stress bersama sang pacar.
Mereka duduk saling berhadapan di pantai.
"Saat kami duduk, tak lama datang orang Bhadra (imigran pengungsi).
Posisi kami ini berhadapan. Orang Bhadra (imigran) di belakang saya. Terus pas saya lagi duduk-duduk, cewekku bilang, di belakang kakak ada orang begitu (memamerkan alat vitalnya).
Saya pun balik ke belakang, begitu saya balek ke belakang, orang Bhadra (imigran) itu lagi sedang memasukan barangnya ke dalam celana," kata Dimas.
Saat sedang duduk berhadapan dengan sang pacar, seorang pria imigran datang duduk di sekitar mereka.
Seorang ibu di Kawal juga pernah dibuat ketakutan karena pria imigran tersebut memamerkan alat vitalnya.
"Dan rencana kami ke sini (Polsek Gunung Kijang) ya memang ingin nyari dia (pria imigran), biar ini tuntas dan kami mau mendudukkan sama Imigrasi di mana solusi kita ke depan terhadap masalah ini," kata Riswandi, seorang warga Kawal yang datang.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora/Thomm Limahekin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dua-warga-afganistan-terjaring-razia.jpg)