Heboh Virus Corona, Larangan Bersalaman, Sejumlah Negara Ini Punya Cara Unik Mengganti Jabat Tangan
Namun tahukah anda, ada sejumlah negara mempunyai cara unik mengganti salaman dengan gaya yang berbeda.
TRIBUNBATAM.id - Mewabahnya Virus Corona disejumlah negara membuat banyak orang takut akan bersentuhan bahkan untuk bersalaman.
Namun tahukah anda, ada sejumlah negara mempunyai cara unik mengganti salaman dengan gaya yang berbeda.
Larangan Salaman di Tengah Wabah Virus Corona, 7 Negara Ini Mengganti Jabat Tangan dengan Cara Ini.
• Perwira Polisi Berdinas di Brimob Enggan Bayar Utang Hingga Rp 1 Miliar, Kini Masuk Persidangan
• Pelaku Perampokan Supir Truk Pembawa Jeruk Ditangkap, Pelaku Berpura-pura Jadi Polisi
• TERUNGKAP, Mengapa Kebanyakan Kursi Pesawat Berwarna Biru, Ternyata Biar Mudah Membersihkannya
Sebelum virus corona menyebar pada akhir Desember 2019 lalu, jabat tangan merupakan bentuk etika sopan santun di masyarakat.
Pakar kesehatan sudah mengimbau agar kontak fisik diminimalkan demi menghindari terinfeksi virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu.
Dilansir AFP via The Guardian Selasa (3/3/2020), berikut merupakan cara menyapa pengganti jabat tangan di tengah penyebaran virus corona.
• Dampak Virus Corona, Kapal Lagoi-Singapura Kurangi Frekuensi Pelayaran, Dampak Kebijakan Singapura
1. China
Di Beijing, ibu kota negara yang pertama kali melaporkan wabah tersebut, sebuah papan iklan menampilkan bentuk sapaan baru kepada warganya.
Otoritas menginstruksikan warganya melakukan gestur gong shou, yakni menggabungkan kepalan di tangan kanan dengan tangan kiri yang terbuka.
Cara tersebut merupakan gestur tradisional yang sudah mengakar selama ribuan tahun di Negeri "Panda".
2. Perancis
Menteri Kesehatan Perancis Olivier Veran memerintahkan agar pelukan maupun ciuman pipi (cipika-cipiki) sebisa mungkin dikurangi.
Meski begitu, Presiden Emmanuel Macron sempat terekam bersentuhan pipi dengan Perdana Menteri Italia Gouseppe Conte di Naples pekan lalu.
Pakar gaya hidup Philippe Lichtfus mengatakan, jabat tangan sejatinya adalah perkembangan baru dalam kebudayaan manusia, yang dimulai di Abad Pertengahan.
Dia mengusulkan cukup dengan menatap mata orang yang ditemui merupakan bentuk sapaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-jabat-tangan-atau-salaman.jpg)