VIRUS CORONA

Sri Mulyani Beberkan Nasib THR dan Gaji ke-13 PNS yang Belum Jelas Akibat Corona, Akan Dipangkas?

Sri Mulyani Beberkan Nasib THR dan Gaji ke-13 PNS yang Belum Jelas Akibat Corona, Akan Dipangkas?

Boombastis.com
Sri Mulyani Beberkan Nasib THR dan Gaji ke-13 PNS yang Belum Jelas Akibat Corona, Akan Dipangkas? 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Indonesia sedang mengkaji soal pembayaran gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS ditengah wabah virus corona atau covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, saat ini pemerintah sedang dalam tekanan ekonomi.

Sebab, pemerintah secara jor-joran menggelontorkan insentif kepada dunia usaha serta bantuan sosial untuk meredam dampak virus corona.

Sri Mulyani pun membicarakan nasib tunjangan hari raya (THR) ASN dan pegawai swasta menjadi sorotan menjelang Ramadhan 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Presiden Joko Widodo tengah melakukan beberapa pertimbangan terkait pembayaran gaji ke-13 dan turnjangan hari aya (THR) untuk aparatur sipil negara (ASN) atau PNS di tengah pandemik virus corona (Covid-19).

Dalam paparannya ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2020), Sri Mulyani mengatakan, pertimbangan pembayaran gaji ke-13 tersebut terkait dengan belanja pemerintah yang mengalami tekanan.

Sebab, pemerintah secara jor-joran menggelontorkan insentif kepada dunia usaha serta bantuan sosial untuk meredam dampak virus corona.

 

Selain itu, penerimaan negara juga diproyeksi bakal mengalami kontraksi akibat kegiatan ekonomi yang mengalami penurunan di tengah pandemik.

"Kami bersama Presiden Joko Widodo meminta kajian untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 apakah perlu dipertimbangkan lagi mengingat beban negara yang meningkat," ujar Sri Mulyani dalam video conference di Jakarta, Senin.

Namun, Bendahara Negara itu tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai skema pembayaran gaji ke-13 dan THR kepada ASN, apakah bakal dipangkas besarannya atau ditunda penyalurannya.

Sri Mulyani menjelaskan, akibat pandemik virus corona, pendapatan negara diperkirakan akan mengalami kontraksi hingga 10 persen.

Dengan perekonomian yang diperkirakan hanya tumbuh 2,3 persen hingga akhir tahun, penerimaan negara hanya mencapai Rp 1.760,9 triliun atau 78,9 persen dari target APBN 2020 yang sebesar Rp 2.233,2 triliun.

Halaman
1234
Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved