VIRUS CORONA DI BATAM

Wabah Virus Corona, Ini Kebijakan Uskup Keuskupan Pangkalpinang Terkait Beribadah

Perayaan Pekan Suci (tanpa kehadiran umat) disiarkan secara live streaming akan diadakan di kapel keuskupan Pangkalpinang.

TribunBatam.id/Istimewa
Uskup Keuskupan Pangkalpinang Mgr. Prof. Adrianus Sunarko, OFM. Pimpinan Gereja Katolik, Uskup Keuskupan Pangkalpinang mengeluarkan kebijakan baru terkait sistem peribadatan akibat wabah virus Corona. 

Mengenai pemanfaatan dana APP kita menyesuaikan diri dengan ketetapan baru yang akan segera diambil KWI berkaitan dengan pandemi virus Corona. Setelah ada kepastian dari KWI, kebijakan dari keuskupan Pangkalpinang akan segera diinformasikan kepada semua paroki.

Imbau Beribadah di Rumah

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan niat jemaat untuk beribadah. Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) melangsungkan ibadah Jumat Agung dan Perayaan Paskah dirumah masing-masing.

Distrik XX Kepri akan memfasilitasi seluruh jemaat HKBP dengan ibadah secara manual di rumah dan live streaming.

"Mendukung pemutusan mata rantai penyebaran virus corona ini, maka kita mengimbau seluruh anggota jemaat HKBP Distrik XX Kepri supaya merayakan pesta besar paskah yang biasa dilakukan gereja dilakukan di rumah," ujar Praeses (Pimpinan) HKBP Distrik XX Kepulauan Riau, Pendeta Kardi Simanjuntak, S.Th. M.Min, Rabu (8/4/2020).

Setiap petugas gereja, lanjut Kardi, akan mempersiapkan acara ibadah baik manual ataupun visual. Sehingga walaupun jemaat beribadah di dalam rumah masing-masing, mereka merasakan kehadiran dan lawatan Tuhan untuk memberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi pandemi virus Corona.

Bahkan perayaan ibadah paskah raya yang sudah direncanakan oleh HKBP Distrik XX Kepri menjadi tertunda karena adanya pandemi virus Corona ini sendiri. Ibadah paskah dilakukan bersama keluarga di rumah masing-masing.

Pendeta Kardi juga selalu mengimbau jemaat agar taat aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Supaya terhindar virus Corona.

"Kami mengimbau masyarakat tetap harus menjaga kebersihan diri dan lingkungannya. Setiap keluar rumah harus menggunakan masker, rajin cuci tangan dan selalu menerapkan social distancing dimanapun jemaat berada," kata Pendeta Kardi saat berada di ruangan Konsistori Gereja HKBP Batam Center.

Tanpa mengurangi rasa kasih, tegasnya, jemaatpun diimbau tidak lagi melangsungkan berjabatan tangan. Cara ini dilakukan supaya penyelesaian virus Corona bisa selesai dengan cepat.

Dalam topik kotbah ibadah Jumat Agung yang dilakukan pada Jumat (10/4/2020) mendatang, Pendeta Kardi mengingatkan pengorbanan Yesus yang menyelamatkan umat manusia.

Melalui Kematian-Nya seluruh orang percaya diselamatkan dari dosa dan maut. Sekaligus menerima mahkota kehidupan hanya karena oleh kematian Yesus sang Juru Selamat.

"Kita dapat dibebaskan dari dosa dan maut dan inilah yang akan kita renungkan bersama dalam Jumat Agung. Kasih Kristus yang sungguh besar untuk menelamatkan umat berdosa diseluruh dunia ini. Karena penderitaan-Nya kita boleh bahagia dan hidup yang kekal," paparnya.

Pendeta Kardi melanjutkan dalam momen Jumat Agung ini Jemaat diingatkan kembali bahwa Yesus mengorbankan dirinya untuk umat berdosa. Meneteskan darah-Nya, memberikan nyawa-Nya dan hidup-Nya. Semua yang dilakukan Yesus memberikan contoh kepada manusia untuk rela berbagi bagi orang yang membutuhkan dan berkekurangan.

"Memberi dari yang kita punya. Memberi dalam kekurangan. Itulah yang kita lakukan. Bagi kita sebenarnya tak perlu takut terhadap maut. Jangan ada putus ada. Disini kekokohan iman diuji dari persoalan yang hebat. Itu yang kita harapkan kepada jemaat. Iman yang kokoh tangguh dan tidak mudah goyah," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved