VONIS NURDIN BASIRUN

Majelis Hakim: Harta Kekayaan Rp 6,2 M Nurdin Basirun Disita Jika Tak Kembalikan Gratifikasi Rp4,2 M

Hakim mewajibkan Nurdin Basirun membayar uang pengganti sebesar Rp4.228.500.000 yang dia terima sepanjang 3 tahun jadi Gubernur Kepri.

dok_tribun_batam
Nurdin Basirun saat menjabat Wakil Gubernur Kepulauan Riau (2015) 

Majelis Hakim: Harta KRp 6,2 M Nurdin Basirun Disita Negara Jika Tak Kembalikan Gratifikasi Rp4,2 M

TRIBUN-BATAM.id, BATAM — Ketua Majelis Hakim Yanto memvonis 4 tahun penjara bagi Gubernur (Non-aktif) Kepulauan Riau (2016-Juli 2019) Nurdin Basirun di 2 kasus dugaan gratifikasi proyek Reklamasi Pantai di Batam.

Majelis hakim menyatakan Nurdin Basirun terbukti pada dakwaan pertama dan kedua, namun dinyatakan tidak terbukti pada dakwaan ketiga.

Vonis  4 tahun merujuk dakwaan pertama dan kedua yaitu Pasal 12 ayat (1) huruf a dan pasal 12 B ayat 1 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sidang Virtual Kedua Pakai Zoom Meeting, Vonis Nurdin Basirun Lebih Rendah 2 Tahun dari Tuntunan KPK

Hakim Cabut Hak Politik Nurdin Basirun Selama Lima Tahun

Majelis hakim juga mencabut hak politik Nurdin Basirun.

"Menjatuhkan hukuman tambahan kepada Nurdin basirun berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun sejak selesai menjalani pidana," tambah hakim Yanto.

Mantan Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kepri itu juga divonis membayar denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan pada  sidang virtual, Kamis (9/4/2020) siang, di Jakarta.

Dalam sidang, kemarin Nurdin tetap bersikukuh tidak menerima suap dan gratifikasi di proyek Reklamasi Pantai di Pulau Batam, Kepri.

Mejelis juga momvonis hukuman tambahan yang mewajibkan Nurdin  membayar uang pengganti sebesar Rp4.228.500.000 yang dia terima sepanjang 3 tahun jadi Gubernur Kepri.

“…jika terpidana tidak membayar uang pengganti dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan yang memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti, bila tidak mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 6 bulan," tambah hakim Yanto.

Merujuk LHKPN 2016 lalu, total harta kekayaan Nurdin sekitar Rp6,2 M, itu nilai tahun 2015 lalu.

Mayoritas berupa harta atau aset tak bergerak, tanah, rumah dan kebun di Kampung  Halamannya, Karimun.

“Berbeda dengan amar, barang bukti uang yang ditemukan di rumah dinas terdakwa menurut majelis hakim dikembalikan. 

Sedangkan di tuntutan barang bukti dirampas untuk negara," demikian laporan Tribunnews.com

Lantas bagaimana reaksi Nurdin atas putusan itu?

Melalui kuasa hukumnya, Andi M Asrun, pihak terdakwa masih pikir-pikir untuk mengajukan banding, atau proses hukum lanjutan.

Jika proses banding tak diajukan, sekitar awal Mei nanti, Nurdin akan menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan.

Selama 9 bulan terakhir, Nurdin mendekam di sel tahanan Guntur KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Dua terpidana lainnya, dari kalangan pengusaha (pemberi suap) Kock Meng dan Abu Bakar,  sudah divonis lebih dulu masing-masing 18 Bulan dan 14 Bulan penjara, dan kini mendekam di LP Sukamiskin, Bandung.

Halaman
Penulis: Elhadif Putra
Editor: thamzil thahir
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved