VIRUS CORONA DI BATAM
Ketua DPRD Batam: Anggota Dewan dan Staf yang Belum Rapid Test, Jangan Masuk Kantor Dulu
Ketua DPRD Batam Nuryanto mewajibkan seluruh Anggota DPRD Kota Batam beserta staf yang bekerja di lingkungan DPRD Kota Batam mengikuti rapid test
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto mengimbau seluruh Anggota DPRD Kota Batam beserta staf yang bekerja di lingkungan DPRD Kota Batam wajib mengikuti rapid test.
Hal ini sebagai bentuk antisipasi dan mengetahui sejak dini gejala virus Corona.
"Harapan kita dengan ini minimal kita mengetahui kondisi riil di lingkungan DPRD Kota Batam. Dan kita berdoa tidak ada yang reaktif.
Dengan semuanya ini minimal kita sudah mengetahui sejak awal dan waspada," ujar pria yang akrab disapa Cak Nur ini, Senin (4/5/2020).
Sehingga semua aktivitas yang dilakukan di lingkungan DPRD Kota Batam tidak akan ada lagi keresahan dan was-was. Artinya, lembaga DPRD Kota Batam dan seluruh staf dan awak media sudah melakukan proteksi diri, dan pengamanan diri.
• UPDATE Covid-19 di Kepri, Corona di Batam Tambah 5 Kasus, 1 Orang Lagi Meninggal Dunia
• Romo Paschal Minta Polisi segera Tindak Oknum Dokter Cabul di Batam, Sangat Prihatin Ya
"Dan paling tidak kita tidak menjadi agen penyebaran virus," tegas Cak Nur.
Bagi anggota DPRD maupun staf DPRD Kota Batam yang belum melakukan rapid test, dia berharap untuk segera melakukan tes. Baik secara pribadi ataupun mengikuti jadwal yang sudah difasilitasi DPRD Kota Batam.
"Jika belum kita minta untuk tidak masuk kantor dulu. Yang sudah melakukan rapid test sendiri, serahkan hasil tesnya sama saya atau sama sekretariat dewan," katanya.
Seperti diketahui, DPRD Kota Batam telah melaksanakan rapid test tahap 2 pada Senin (4/5/2020). Dimana hal ini ditujukan untuk Anggota DPRD Batam, staf dewan dan awak media yang bertugas di gedung rakyat tersebut.
Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat DPRD Kota Batam, Taufik mengakui sebanyak 12 Anggota DPRD Kota Batam, 30 ASN di Sekretariat Dewan dan awak media telah melakukan rapid test di tahap kedua ini.
Berarti jika ditotal dengan rapid test sebelumnya sudah ada 26 Anggota DPRD Kota Batam yang telah melakukan rapid test.
"Untuk hari ini, sudah ada 12 Anggota DPRD Kota Batam yang rapid test. Jika ditotal dengan rapid test tahap pertama 14 orang, menjadi 26 orang," ujar Taufik.
Sementara untuk hasil rapid test tahap 2 tersebut, pihaknya masih menunggu data dari dinas kesehatan.
"Hasil tesnya belum kita ketahui, nanti tunggu hasilnya dari dinas terkait saja," katanya.
Dirapid Test Lagi
Anggota DPRD Kota Batam kembali menjalankan rapid test kedua, Senin (4/5/2020) dari pagi hingga siang hari.
Rapid test ini dilakukan sebagai bentuk mensterilkan dan mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan kerja DPRD Kota Batam.
Pengetesan ini dilakukan secara serentak di 2 tempat yang berbeda. Pertama di ruang rapat paripurna kedua di ruang rapat Kesekretarian DPRD Kota Batam.
Diikuti oleh puluhan ASN, staf Kesekretariatan DPRD Kota Batam, Anggota DPRD Batam dan reporter yang bertugas di Kantor DPRD Kota Batam.
Sekretaris DPRD Kota Batam, Azril mengatakan ada 70 pcs paket rapid test yang akan digunakan untuk tes Covid-19 tersebut.
Sebanyak 36 pcs diperuntukan untuk Anggota DPRD Kota Batam, dan sisanya diperuntukan untuk staf dewan dan awak media.
"Ada total 70 pcs yang dibawa oleh tim medis dari Puskesmas Baloi Permai, Legenda Malaka dimana ini semua sengaja dilakukan sebagai bentuk mencegah penanganan Virus Corona," jelasnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, H Syarul berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkala selama pendemi Covid-19 ini. Sehingga dalam menjalankan tugas tidak ada ke khawatiran.
"Bagus dan biar kita tahu kondisi ini. Dan yang terpenting adalah kita waspada dan melakukan pantauan," katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Dandis Rajagukguk juga menyambut baik adanya rapid test ini. Setidaknya bisa menangkal sejak dini penyebaran Covid-19 dilingkungan DPRD Batam.
"Saya menyambut baik, Rapid Test ini. Harapannya negatif semua, tapi dengan dites ini kita tahu kondisi kita," jelas Politisi PDI Perjuangan ini.
Ditempat yang berbeda, Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto menegaskan pihaknya sengaja membuat rapid test susulan ini.
Karena masih banyak anggota DPRD Kota Batam yang belum menjalani rapid test.
Kegiatan ini, kata dia, sebagai bentuk antisipasi dan mengetahui sejak dini dari hal-hal yang tidak diinginkan selama pendemi Covid-19.
Sehingga semua aktivitas yang dilakukan di lingkungan DPRD Kota Batam tidak akan ada lagi keresahan dan was-was.
Artinya, lembaga DPRD Kota Batam dan seluruh staf dan awak media sudah melakukan proteksi diri, dan pengamanan diri.
"Harapan kita dengan ini adalah, minimal kita mengetahui kondisi real di lingkungan DPRD Kota Batam. Dan kita berdoa tidak ada yang reaktif. Dengan semuanya ini minimal kita sudah mengetahui sejak awal dan waspada. Dan paling tidak kita tidak menjadi agen penyebaran virus," papar Cak Nur.
(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)