Terlibat Jaringan Narkoba, Kiper Liga 2 Ditangkap Lalu Dipecat Klub
Cak Imin ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur di Sidoarjo bersama tiga orang lain yakni Eko Susan Indarto (40), Novin Adrian
TRIBUNBATAM.id, Sidoarjo - Kariri Kiper liga dua terhenti karena ulah yang dia lakukan.
Ia terbukti ikut serta dalam jaringan narkoba selama ini.
Selain ditagkap polisi, Cak Imin juga dipecat dari club bola yang ia bela saat ini.
• Sanksi Pidana dan Disiplin Menanti Oknum Polisi di Bintan yang Gelapkan Puluhan Mobil
• Kronologi Gadis AL Dibunuh Kekasih saat Kencan, Mayat Diseret dan Dibuang ke Jurang
Gara-gara terlibat kasus narkoba, seorang kiper yang bermain di Liga 2 ditangkap polisi dan dipecat klub.
Kiper tersebut adalah M. Choirun Nasirin atau yang akrab disapa Cak Imin.
Cak Imin ditangkap polisi karena keterlibatannya dalam jaringan pengedar narkoba.
Cak Imin ditangkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur di Sidoarjo bersama tiga orang lain yakni Eko Susan Indarto (40), Novin Adrian (36), dan Dedik A Manik (42).
Saat ditangkap, Cak Imin sedang melakukan transaksi narkoba dengan Novin Adrian dan Dedik A Manik yang bertindak sebagai produsen.
• Iis Dahlia Kagum dengan Kemewahan dan Kemegahan Rumah Ruben Onsu, Rumah Kayak di Hotel Ya
Dari keempatnya, petugas menyita 5,3 kilogram sabu-sabu yang akan dikirim ke Madura.
Cak Imin merupakan kiper yang direkrut oleh klub PS Hizbul Wathan (PSHW) untuk mengarungi Liga 2 2020.
Sebelumnya, ia juga pernah membela PSMS Medan dan Persegres Gresik.
Karena keterlibatannya dalam kasus narkoba ini, Cak Imin harus merelakan kariernya di PSHW berakhir.
PSHW telah resmi memecat Cak Imin sebagai pemain.
"Kami telah memberhentikan dia sebagai pemain PSHW dan putus kontrak," kata Presiden Klub PSHW, Dhimam Abror kepada Surya Malang, Senin (18/5/2020).
• Sanksi Pidana dan Disiplin Menanti Oknum Polisi di Bintan yang Gelapkan Puluhan Mobil
• Selain Iptu Ha, Polda Kepri Amankan Sejumlah Orang Lainnya, terkait Penggelapan Mobil dan Penipuan
Selain Cak Imin, dua tersangka lain, Eko dan Dedik juga berkiprah di dunia sepak bola.