VIRUS CORONA DI KARIMUN
2 PDP Jalani Isolasi di RSUD Muhammad Sani Karimun, Gugus Tugas Covid-19 Tunggu Hasil PCR
Kedua PDP Covid-19 ini masuk ke RSUD Muhammad Sani pada 13 Mei 2020. Mereka berjenis kelamin laki-laki dengan usia 40 dan 43 tahun.
Sebanyak 3 PDP diketahui meninggal dunia. Ketiganya dinyatakan negatif Covid-19 setelah hasil pemeriksaan laboratoriumnya keluar.
Tenaga Medis 'Gemes' Lihat Perilaku Santuy Warga
Tenaga medis yang berada di garda depan penanganan pasien Covid-19 mengajak agar masyarakat untuk tidak egois.
Ajakan serta imbauan ini diperuntukan bagi masyarakat yang seakan tidak mempedulikan protokol pencegahan penyebaran virus Corona.
Seperti yang disampaikan oleh dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Dokter Dyah Nurwidiasih.
Menurut Dyah, saat ini sebagian masyarakat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker saat beraktivitas di luar rumah.
"Perasaan kami masih was-was. Masyarakat kita ini cenderung lengah, seperti untuk pemakaian APD saja. Gugus tugas sekuat tenaga melakukan edukasi, memasang tempat-tempat cuci tangan, membagikan masker dan sosialisasi," katanya, Senin (18/5/2020).
• ASAL Usul dan Filosofi Ketupat, Hidangan Khas saat Hari Raya Idul Fitri/Lebaran
• Viral Lagu Terserah dari The Rap Indonesia, Suarakan Keresahan Pelonggaran PSBB: Emosi Campur Aduk
Diakui Dyah, ada perasaan kecewa menyaksikan masyarakat yang tidak mengindahkan protokol pencegahan tersebut.
"Kecewa iya. Mikirnya mau sampai kapan ini berakhir. Kami yang deg-degan di sini berusaha memberikan apa yang menjadi kekhawatiran masyarakat, namun masyarakatnya agak tidak peduli," ucap Dyah.
Dengan adanya kelonggaran yang dibuat oleh pemerintah saat ini, hendaknya masyarakat tetap melaksanakan upaya-upaya pencegahan.
"Kita jangan egois. Pemerintah melonggarkan tapi kita tetap menjaga. Tunggulah, jika lebaran ini memang tidak dapat kita laksanakan seperti biasa, kita bisa laksanakan lebaran mendatang. Dan kita dalam keadaan yang lebih nyaman," sebutnya.
Oleh karena itu, ia mengajak agar masyarakat lebih peduli agar wabah Covid-19 segera berakhir. Diantaranya adalah menjalankan hidup sehat, menggunakan masker, menjalankan sosial distancing dan physical distancing.
Bahkan ia mengajak masyarakat agar menjadikan Karimun sebagai wajah Indonesia dalam memerangi Covid-19.
"Mau sampai kapan begini. Anak-anak kita mau sekolah, ibu-ibu mau belanja. Saya juga ingin bersepeda tapi tidak bisa. Kalau semua masa bodoh, ini bakal berkepanjangan. Kalau nahan diri dulu maka tidak akan lama kok," paparnya.(TribunBatam.id/Elhadif Putra)