HIKMAH RAMADHAN
Ramadhan Otokritik Kehidupan
Dengan mengadakan otokritik ini, khususnya di bulan yang penuh maghfirah ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif yang tentram dan aman.
Nah otokritik seperti ini sangat diperlukan sekarang dalam rangka menyejukkan suasana yang kondusif, khususnya suasana daerah kita yang cukup dilematik dengan berbagai problematika kehidupan sebagai konstuktivitas dalam islah daerah menuju kehidupan bermasyarakat Batam yang baru.
Untuk menciptakan hal-hal demikian, khususnya kepada elit daerah ini, baik formal maupun informal harus mengadakan otokritik terhadap dosa-dosa/langkah distruktif yang dilakukan tempo dulu antara lain: Kebijakan tanpa prinsip Kekayaan tanpa kerja Keuntungan tanpa moralitas Pengetahuan tanpa budi luhur Ibadah tanpa pengorbanan.
Mudah-mudahan dengan otokritik ini dapat merubah suasana yang lebih stabil dalam dinamika pembangunan daerah ini berikutnya.
Dan hindarilah otokritik yang menuju/mengkritik terhadap orang lain, apalagi memperkeruh suasana/dengan tindakan anarkis, membuat isu-isu, fitnah dengan berbagai multi metode sebagaimana yang dilakukan iblis.
Kesadaran pribadi terhadap kesalahan dan cepat kembali ke pangkal jalan, khususnya di bulan Ramadhan ini menandakan iman seseorang masih bersemi yang tentu perlu dibenahi, disiram dan terus ditingkatkan dengan aktualitas otokritik. Wallahu a’lam.
Ramadhan Tawazun Kehidupan
“…ya Allah Tuhan kami, berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat serta hindarkanlah kami dari api neraka”…(QS.2: 201).
Ramadhan datang setiap tahun memberikan sapaan dengan seberkas silabus amaliah untuk penyeimbang (tawazun) kehidupan insane rutinitas amaliah kita kepada-Nya.
Hidup kita terasa indah karena adanya keseimbangan, atau dalam bahasa al-Qur’an sering disebut “azwaja” (berpasang-pasangan).
Ada terang, ada gelap, ada syurga, ada neraka, ada laki ada perempuan, ada iblis dan ada malaikat.
Semua ini merupakan sarana belajar yang tepat bagi kita sebagai makhluk yang dikaruniai akal.
Bukankah salah satu fungsi akal adalah “membaca”(iqra’).
Bukankah dengan keseimbangan ini setiap makhluk di muka bumi ini dapat bertahan hidup, tak terkecuali manusia.
Allah Ta'ala berfirman,” sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan ukuran/qadar” (QS. 54: 49).
Ada keluhan diantara kita, kedatangan Ramadhan seolah-olah menghambat ruang lingkup dan aktivitas geraknya, padahal semestinya kita harus bersyukur, lantaran kita 11 bulan diberikan kebebasan mengisi “kampong tengah” kita dengan leluasa, maka sekarang giliran “rohi” kita mengisi “kampong tengahnya” dengan menu puasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19052020effendy-asmawi-alhajj.jpg)