HIKMAH RAMADHAN
Ramadhan Otokritik Kehidupan
Dengan mengadakan otokritik ini, khususnya di bulan yang penuh maghfirah ini diharapkan dapat menciptakan suasana kondusif yang tentram dan aman.
Tapi nilai-nilai seperti ini, belum bisa menjadikan kita “tawazun”/seimbang dalam menyikapi kebutuhan kehidupan kita.
Manusia memiliki struktur keseimbangan antara pemikiran dan perasaan.
Kedua hal ini menjadikan kita sebagai manusia begitu sempurna.
Namun tak jarang dalam tingkah laku ada salah satu yang jadi lebih dominan.
Padahal hidup membutuhkan keselarasan dan keseimbangan, antara kehidupan yang diisi dengan ibadah “mahdhah” dan rutinitas keduniawian.
Demikian silabus yang dibawa Ramadhan meniadakan pribadi kita untuk tawazun dalam menyikapi setiap dimensi aktivitas kita dan itu memang dibutuhkan kita selama kita mengarungi kehidupan ini.
Suatu ketika, tiga orang pria bertanya kepada Aisyah ra, istri Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam tentang ibadah-ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Setelah diberi penjelasan oleh Aisyah, ketiga lelaki tersebut heran dan merasa diri mereka sedikit sekali beribadah.
Padahal Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam telah diampuni dosanya yang terdahulu maupun yang akan datang (ma’shum).
Lelaki pertama lalu berkata, saya akan shalat terus-menerus dan tidak akan tidur.
Lelaki yang kedua pun mengatakan, saya akan berpuasa terus-menerus dan tidak akan berbuka.
Sedangkan yang ketiga berkata, saya akan beribadah terus-menerus dan tidak akan menikah.
Perkataan ketiga pria tersebut terdengar oleh Rasul Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, beliaupun bersabda:
“Kalian telah berkata begini dan begitu, ingatlah! Demi Allah, sesungguhnya aku adalah orang yang dekat kepada Allah, tapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat tapi juga tidur dan aku juga menikah. Siapa yang membenci sunnahku, ia bukan termasuk golonganku.” (HR. Bukhari).
Dalam menjalankan keseimbangan ini mutlak diperlukan dan untuk menuju ke arah itu diberikan suasana baru dengan amaliah Ramadhan as-shiyam setiap tahun mengunjungi kita, menegur dan menyapa dengan belaian yang lembut sekaligus menginformasikan masa depan yang hakiki.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19052020effendy-asmawi-alhajj.jpg)