Breaking News:

VIRUS CORONA

Ikut Makamkan Jenazah yang Ternyata Positif Corona, Belasan Warga Klaten di Isolasi Mandiri

Peristiwa ini juga mengagetkan warga dukuh Purwosari, karena kabar korban meninggal karena Covid-19 terlambat, jenazah pasien telah dimakamkan.

Editor: Danang Setiawan
Kolase Twitter @danaiswara
ILUSTRASI / Penggali Kubur Makam untuk Jenazah Covid-19 

TRIBUNBATAM.id, KLATEN -- Warga Dukuh Purwosari, Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat,  Klaten, Jawa Tengah geger setelah jenazah berinisial T yang baru saja dimakamkan ternyata positif corona.

Akibatnya belasan warga harus meng isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Peristiwa ini juga mengagetkan warga dukuh Purwosari, karena kabar korban meninggal karena  Covid-19 terlambat, jenazah pasien telah dimakamkan.

Pasalnya, mereka telah berkontak atau terlibat dalam pemakaman jenazah seseorang yang ternyata positif virus corona.

Dilansir kompas.com, pasien positif corona berinisial T asal Dukuh Purwosari, Desa Ngerangan yang meninggal itu memiliki riwayat tinggal di Semarang yang merupakan zona merah  Covid-19.

 

Plt Camat Bayat, Kelik mengatakan, pasien yang merupakan warga Purwosari, Ngerangan tersebut selama ini tinggal di Semarang.

Lebaran kemarin, katanya, pasien pulang ke  Klaten untuk bersilaturahmi dengan keluarganya.

"Lebaran selesai pasien ini pulang lagi ke Semarang."

"Informasinya sakit ginjal."

"Jadi, pada saat dirawat di rumah sakit penanganannya biasa saja tidak di ruangan isolasi," katanya saat dihubungi Kompas.com, Rabu.

Bolak Balik ke Kantor PLN, Jumiati Memohon Listrik Rumahnya Tak Diputus, Anakku Masih Bayi,Pak

Personel Polda Kepri Bakal Tindak Tegas Warga Abaikan Protokol Kesehatan Jelang New Normal di Batam

Surat Bebas Covid-19 Gratis di Bintan, Ini Syaratnya, Daerah Lain?

Jenazah pasien T dibawa mobil ambulans dari RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang menuju  Klaten.

Jenazah pasien T tidak dibawa ke rumah duka dan langsung dibawa ke pemakaman.

Pihak rumah sakit hanya meminta warga untuk menyiapkan disinfektan.

Warga juga tidak curiga dengan kedatangan jenazah pasien T tersebut di makam.

Bahkan, terang Kelik, sedikitnya ada lima orang warga yang ikut membantu menurunkan peti jenazah pasien T dari mobil ambulans menuju ke liang lahat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved